Selama ini, JPMorgan punya uang digital sendiri yang namanya JPM Coin. Dulu, uang ini cuma bisa dipakai “di dalam rumah” mereka sendiri. Tapi sekarang, mereka mulai buka pintu lebar-lebar dengan membawanya ke jaringan blockchain eksternal bernama Canton Network.
Apa Itu JPM Coin? (Sederhananya…)
Bayangkan JPM Coin itu seperti “saldo digital” khusus nasabah kakap (perusahaan besar/institusi) di JPMorgan. Nilainya 1:1 dengan dolar AS asli di bank. Bedanya, uang ini bisa dipindah-pindahin 24 jam nonstop tanpa harus nunggu jam operasional bank atau prosedur manual yang ribet.
Baca Juga Pyth Network Umumkan Strategi “Buyback” Ganas! Sepertiga Pendapatan Bakal Dipakai Beli Token $PYTH
Kenapa Ini Penting?
Ada beberapa alasan kenapa kolaborasi dengan Canton Network ini jadi obrolan hangat:
- Uang Digital yang “Pintar”: Bukan cuma sekadar kirim uang, tapi uang ini sekarang bisa bergerak di luar sistem internal JPMorgan. Ini bagian dari strategi multi-chain mereka (nggak cuma nempel di satu teknologi).
- Keamanan Level Bank: Karena ini uang dari JPMorgan, keamanannya jauh lebih terjamin dan tergulasi dibanding kripto biasa, tapi tetap punya kecepatan transaksi blockchain yang hampir real-time.
- Bisa “Ngobrol” dengan Aset Lain: Di Canton Network, JPM Coin bisa langsung dipakai buat beli aset digital lain (seperti surat utang negara yang sudah didigitalkan) tanpa proses tukar-tambah yang panjang.
Apa itu Canton Network?
Gampangnya, Canton Network itu seperti “jalan tol” blockchain yang dibangun khusus buat institusi keuangan besar. Mereka peduli banget soal privasi dan aturan pemerintah, jadi bank-bank nggak takut datanya bocor atau melanggar hukum.
JPMorgan dan Digital Asset (pengembang Canton) nggak mau buru-buru. Mereka bakal integrasi pelan-pelan:
- Tahap Awal: Fokus bikin sistem supaya JPM Coin bisa masuk-keluar jaringan Canton dengan lancar.
- Tahap Lanjut: Pengguna bisa kelola uang mereka secara on-chain (langsung di blockchain) buat urusan bisnis yang lebih kompleks.
Intinya: Bank-bank raksasa sekarang lagi belajar buat “pindah” ke sistem digital yang lebih modern. Kalau dulu kirim uang antar bank antar negara butuh waktu harian, lewat teknologi ini, urusannya bisa selesai dalam hitungan detik.









