Akun Polymarket yang mendadak kaya raya setelah menebak dengan sangat akurat penangkapan presiden Venezuela, Nicolás Maduro, kini benar-benar jadi misteri. Setelah meraup untung sekitar $400.000 (sekitar Rp6,2 miliar), akun tersebut tiba-tiba tidak bisa diakses.
Berikut adalah poin-poin penting di balik kontroversi ini:
Tebakan yang “Terlalu Akurat”
Akun ini baru dibuat pada akhir Desember 2025. Yang bikin orang curiga adalah:
- Waktunya pas banget: Dia memasang taruhan besar hanya beberapa jam sebelum pasukan AS melakukan operasi militer pada Sabtu, 3 Januari 2026.
- Fokus satu tujuan: Akun ini cuma bertaruh pada hal-hal spesifik soal Venezuela, seperti “AS bakal invasi” dan “Maduro bakal lengser sebelum 31 Januari”.
- Cuan 1.200%: Modal awalnya hanya sekitar $32.000, tapi karena peluang (odds) saat itu sangat kecil, dia langsung dapat durian runtuh saat berita penangkapan pecah.
Jejak yang Hilang

Sekarang, kalau kamu buka profilnya, cuma muncul pesan error. Belum jelas apakah:
- Dihapus sendiri: Si pemilik akun mungkin ketakutan karena identitas blockchain-nya mulai dilacak.
- Diblokir platform: Polymarket mungkin sedang melakukan investigasi internal.
- Penarikan Dana: Data on-chain menunjukkan dana sebesar $437.000 sudah ditarik keluar dari dompet tersebut tak lama setelah menang.

Panas di Washington: RUU “Anti-Insider”
Gara-gara kejadian ini, para politisi di Amerika Serikat langsung gerah. Mereka curiga ada “orang dalam” pemerintah atau militer yang membocorkan rencana rahasia ke pasar prediksi.
- Ritchie Torres, anggota Kongres AS, bahkan langsung mengajukan Public Integrity in Financial Prediction Markets Act of 2026.
- Tujuannya simpel: Melarang pejabat pemerintah, anggota parlemen, dan pegawai federal ikut taruhan di platform seperti Polymarket agar tidak ada yang cari cuan dari informasi rahasia negara.
Kejadian ini membuktikan kalau pasar prediksi bisa jadi “detektif” yang sangat jujur tapi juga berbahaya. Di satu sisi, pasar tahu ada sesuatu yang besar akan terjadi sebelum media meliput. Di sisi lain, hal ini membuka celah korupsi gaya baru lewat teknologi kripto.
Baca Juga Tak Perlu Beli Rumah, Kini Bisa Prediksi Harga Properti di Polymarket









