Jadi begini, WLFI baru saja menyetujui sebuah proposal besar terkait pertumbuhan stablecoin mereka (USD1). Tapi bukannya disambut senang, keputusan ini malah diprotes keras. Kenapa? Karena proses votingnya dianggap “nggak adil.”
Suara “Orang Dalam” Terlalu Dominan
Peneliti kripto anonim, DeFi^2, membongkar data yang cukup mengejutkan:
- Whale Power: Ternyata, hasil voting itu cuma ditentukan sama segelintir orang. Ada 9 wallet raksasa yang menguasai 59% suara.
- Satu Suara Penentu: Bahkan satu wallet saja punya kekuatan 18,7%. Bayangkan, satu orang bisa ngalahin ribuan orang lainnya!
- Akses Terkunci: Ironisnya, banyak investor kecil yang tokennya masih “dikunci” (locked) nggak bisa ikut voting sama sekali. Jadi mereka cuma bisa nonton saat keputusan besar diambil.

Keuntungan Buat Siapa?
Kritik makin tajam saat orang-orang mulai baca lagi aturan main di Gold Paper mereka:
- Enggak Bagi Hasil: Ternyata pemegang token WLFI nggak dapat jatah dari keuntungan protokol.
- Jatah Keluarga: Sebesar 75% pendapatan bersih lari ke keluarga Trump, dan 25% sisanya ke keluarga Witkoff.
- Aset “Nganggur”: Investor bingung, kenapa proyek minta dana lagi lewat proposal USD1, padahal mereka sudah punya cadangan Bitcoin dan Ether senilai ratusan juta dolar dari dana investor sebelumnya.
Baca Juga Pakar Ungkap Fakta Mengerikan: 80% Proyek Kripto Tak Pernah Pulih Setelah Diretas
Langkah Ambisius: Mau Jadi Bank Resmi
Di tengah hujan kritik ini, WLFI ternyata punya rencana besar. Mereka lagi mengajukan izin buat jadi bank nasional (National Trust Bank) di Amerika Serikat.
Tujuannya apa?
- Supaya mereka bisa cetak dan kelola stablecoin USD1 sendiri tanpa perlu bantuan pihak ketiga.
- Biar konversi dari Dollar asli ke USD1 jadi gratis.
- Bisa narik minat investor institusi (perusahaan besar) buat masuk ke ekosistem mereka.
Mereka juga baru saja meluncurkan World Liberty Markets, platform buat pinjam-meminjam aset kripto (lending & borrowing) yang pakai USD1 sebagai bintang utamanya.
Kesimpulannya…
WLFI sekarang lagi ada di posisi yang unik: visinya besar banget (mau jadi jembatan kripto dan perbankan resmi), tapi tata kelolanya dikritik karena dianggap terlalu memihak ke “orang dalam” dan kurang peduli sama nasib investor kecil.









