Berita ini memberikan perspektif yang sangat kontras jika kita bandingkan dengan seluruh rangkaian peristiwa yang telah kita bahas. Ketika publik (investor ritel) sedang berada di puncak kepanikan (Extreme Fear), data justru menunjukkan bahwa para pemain besar (institusi) sedang melakukan strategi “serok bawah”.
Bitcoin “Going to Zero”? Saat Ketakutan Ritel Bertabrakan dengan Strategi Institusi
Indikator pencarian Google menunjukkan bahwa kepanikan masyarakat umum saat ini setara dengan krisis FTX 2022. Namun, jika kita melihat lebih dalam, ada perbedaan besar antara “apa yang dibicarakan” dan “apa yang sedang terjadi”.

Rekor Ketakutan: Skor 9 di Fear & Greed Index
Angka 9 adalah level ketakutan yang sangat ekstrem. Bitcoin yang turun hampir 50% dari puncak $126.000 ke $66.500 membuat narasi bearish dari tokoh seperti Mike McGlone (prediksi BTC ke $10.000) terdengar sangat masuk akal bagi mereka yang baru masuk ke market.
- Pemicu Tambahan: Isu Quantum Computing dan ketidakpastian ekonomi global (World Uncertainty Index) membuat orang awam merasa “akhir dari kripto” sudah dekat.
Baca Juga Ethereum Makin Ngebut, ENS Batalkan Rencana Layer-2 Namechain
Anomali Institusi: Mereka Justru Membeli
Berbeda dengan ritel yang sibuk mencari cara menutup akun (seperti FUD Binance kemarin), investor institusi justru terus mengakumulasi:
- Abu Dhabi Sovereign Wealth Fund: Menambah kepemilikan ETF Bitcoin.
- MicroStrategy (Michael Saylor): Terus menambah cadangan meskipun harga sedang di bawah modal rata-rata mereka.
- Kesimpulan: Institusi melihat ini sebagai diskon besar, sementara ritel melihat ini sebagai kehancuran.
Jeda Waktu (Lag) Antara Ritel dan Profesional
Data dari Perception menunjukkan fakta unik: sentimen profesional sebenarnya sudah mulai stabil sejak awal Februari. Namun, ketakutan investor ritel biasanya baru meledak 10-14 hari kemudian.
- Artinya: Saat kamu melihat banyak orang di Google mencari “Bitcoin going to zero”, biasanya itu adalah indikator bahwa market sudah mendekati titik terendah (bottom), karena semua orang yang ingin menjual karena takut sudah melakukannya.
Apa Maknanya Bagi Wallet Anda?
Di tengah hiruk-pikuk narasi “kiamat kripto” ini, inilah yang harus Anda perhatikan agar tetap objektif:
- Jangan Trading Pakai Emosi: Jika Anda melihat berita di X (Twitter) atau Google Trends yang sangat menakutkan, ingatlah bahwa institusi besar justru sedang bergerak ke arah sebaliknya.
- Fokus pada Keamanan Teknis: Masalah terbesar saat ini bukanlah Bitcoin menjadi nol secara teknologi, melainkan risiko kehilangan aset karena kesalahan sendiri (seperti address poisoning pasca-Fusaka) atau serangan fisik (wrench attack).
- Waspada Narasi Quantum: Meskipun isu ini sering digoreng saat harga turun, secara teknis Bitcoin memiliki peta jalan untuk melakukan upgrade ke algoritma tahan-quantum jika diperlukan di masa depan. Ini bukan ancaman instan untuk wallet Anda hari ini.









