Wah, ini pembahasan yang menarik banget buat para pegiat kripto! Data statistik dari Timothy Peterson ini kasih kita perspektif baru di tengah kondisi market yang lagi bikin deg-degan.
Rumus 50/50: Prediksi Cerah di Desember?
Meskipun harga Bitcoin lagi turun sekitar 25% dari awal tahun, ada secercah harapan dari data historis:
- Pola 24 Bulan: Selama dua tahun terakhir, persis separuh bulan (12 bulan) ditutup dengan harga hijau.
- Peluang 88%: Menurut ekonom Timothy Peterson, pola “titik balik” ini menandakan ada peluang sangat besar kalau harga Bitcoin di 22 Desember 2026 nanti bakal lebih tinggi dari harga sekarang.
- Performa 2025: Tahun lalu, Bitcoin sempat naik di bulan Januari, April, Mei, Juni, Juli, dan September. Sisanya? Merah merona.
Analis Lagi “Berantem”: Optimis vs Pesimis
Namanya juga market, pendapat para ahli selalu terbagi dua:
- Kubu Optimis: Michael van de Poppe melihat ada potensi “Candle Hijau” besar bulan ini setelah 5 bulan berturut-turut turun.
- Kubu Hati-Hati: Trader senior Peter Brandt justru memprediksi titik terendah Bitcoin baru bakal muncul di Oktober 2026. Jadi, menurutnya kita masih harus sabar menghadapi tekanan.
Kondisi Psikologi Market: “Extreme Fear”
Kalau lihat Crypto Fear & Greed Index, skornya lagi ada di angka 9 (Extreme Fear). Artinya, kebanyakan orang lagi takut banget buat masuk ke market.
Tapi ada sisi uniknya:
- Sentimen Media Sosial: Santiment mencatat kalau obrolan soal harga Bitcoin mulai berkurang.
- Sinyal Sehat: Biasanya, kalau nggak banyak orang yang teriak-teriak “Bullish” atau “Bearish”, market justru lagi di posisi netral dan lebih stabil buat bergerak secara organik.
Kesimpulannya: Secara statistik (peluang 88%), akhir tahun nanti harusnya lebih baik dari sekarang. Tapi kalau lihat indeks ketakutan yang lagi tinggi banget, sepertinya kita masih butuh waktu buat “sembuh” dari koreksi harga saat ini.
Baca Juga CFTC Batalkan Larangan Market Prediction Olahraga dan Politik Era Biden









