Artikel ini merupakan ulasan atas laporan 2025 Geography of Cryptocurrency Report yang diterbitkan oleh Chainalysis, platform analitik blockchain terkemuka di dunia. Laporan edisi keenam ini menganalisis data on-chain dan off-chain dari 151 negara untuk memetakan adopsi kripto secara global. Kredit penuh diberikan kepada Chainalysis.
Chainalysis kembali merilis laporan tahunan paling dinantikan dalam industri: 2025 Geography of Cryptocurrency Report. Edisi keenam ini adalah yang paling ambisius sejauh ini — menggabungkan data on-chain dari miliaran transaksi dengan kunjungan web lebih dari 13 miliar, survei para ahli lokal, dan analisis regional mendalam yang mencakup enam kawasan dunia. Hasilnya: sebuah peta global adopsi kripto yang jelas, berbasis data, dan mengungkap siapa yang benar-benar menggunakan kripto, untuk apa, dan mengapa.
🏆 India #1 Dunia, AS #2, Pakistan dan Vietnam Masuk Top 5
Indeks Adopsi Kripto Global 2025 menempatkan India sebagai negara dengan adopsi kripto grassroots tertinggi di dunia, unggul di seluruh empat sub-indeks yang diukur. Amerika Serikat berada di posisi kedua. Pakistan, Vietnam, dan Brasil melengkapi lima besar. Nigeria, Indonesia, Ukraina, dan Filipina menempati peringkat 6 hingga 9. Yang menarik: India mendominasi nilai absolut ($338 miliar diterima dalam setahun) dengan campuran unik antara kebutuhan remitansi diaspora, penggunaan kripto sebagai penghasilan tambahan anak muda, dan penetrasi fintech melalui UPI.
🌏 APAC: Kawasan Paling Cepat Tumbuh — +69% Year-over-Year
Asia Pasifik adalah wilayah dengan pertumbuhan on-chain tercepat di dunia, naik 69% year-over-year dari sekitar $1,4 triliun ke $2,36 triliun. Di dalam kawasan, Jepang mencatat pertumbuhan tertinggi (+120% YoY) — dari dasar yang relatif rendah, didorong reformasi regulasi dan lisensi stablecoin yen pertama. Korea Selatan (+100%), India (+99%), dan Indonesia (+103%) mencerminkan ekspansi dari basis yang sudah tinggi. Vietnam (+55%) menandakan pasar yang sudah matang dan terembedasi dalam kehidupan sehari-hari.
🇺🇸 Amerika Utara: 26% dari Seluruh Aktivitas Global
Amerika Utara menyumbang 26% dari seluruh volume transaksi kripto global, menerima total $2,3 triliun dalam nilai kripto antara Juli 2024 dan Juni 2025. Puncaknya terjadi di Desember 2024 ($244 miliar dalam satu bulan) — setelah terpilihnya Presiden Trump memicu sentimen bullish dan ekspektasi kejelasan regulasi. Perubahan kebijakan SEC, OCC, dan CFTC di 2025 mulai mengubah lanskap bagi institusi yang mengalokasikan ke aset kripto.
🇺🇦 Eropa Timur: Pemimpin Per Kapita — Ukraina, Moldova, Georgia
Ketika Chainalysis menyesuaikan indeks berdasarkan populasi, gambar yang muncul berbeda secara dramatis: Eropa Timur mendominasi. Ukraina, Moldova, dan Georgia menempati posisi teratas, mencerminkan kombinasi ketidakpastian ekonomi, ketidakpercayaan terhadap institusi keuangan tradisional, dan literasi teknologi yang tinggi. Kripto di kawasan ini bukan spekulasi — ini adalah alat pelindung nilai dan transfer kekayaan lintas batas.
💵 Stablecoin: USDT $1 Triliun per Bulan, EURC Tumbuh 2.727%
Stablecoin menjadi jaringan ikat (connective tissue) perdagangan kripto global. USDT memproses lebih dari $1 triliun per bulan antara Juni 2024 dan Juni 2025, sementara USDC berkisar antara $1,24–3,29 triliun bulanan. Menariknya, di Eropa pasca implementasi MiCA, EURC mengalami pertumbuhan 2.727% — dari basis kecil, tapi pertanda kuat bahwa stablecoin berbasis regulasi regional mulai mendapatkan momentum.
📊 Bitcoin: Gerbang Utama ke Kripto — $1,2 Triliun Arus Masuk Fiat
Chainalysis menganalisis pembelian menggunakan fiat di bursa terpusat dari Juli 2024 hingga Juni 2025. Hasilnya: Bitcoin memimpin dengan $1,2 triliun arus masuk fiat — 70% lebih tinggi dari Ethereum ($724 miliar di posisi kedua). Stablecoin menempati posisi keempat ($497 miliar). Dollar AS tetap menjadi fiat on-ramp terbesar dunia dengan total volume lebih dari $2,4 triliun — hampir empat kali lipat Korea Selatan di posisi kedua ($722 miliar).
🔬 Metodologi Baru: Dimensi Institusional Ditambahkan
2025 menandai pivot metodologis penting: Chainalysis menghapus sub-indeks retail DeFi (karena terlalu melebih-lebihkan perilaku yang masih niche) dan menambahkan lensa aktivitas institusional baru yang menangkap transfer di atas $1 juta — mencerminkan lonjakan pasca-ETF dalam partisipasi profesional. Tujuannya: memberi gambaran yang lebih penuh tentang keterlibatan kripto global, menangkap adopsi bottom-up (retail) maupun top-down (institusional).
📥 Unduh Laporan Lengkapnya
2025 Geography of Cryptocurrency Report dari Chainalysis tersedia untuk diunduh secara gratis — analisis data paling komprehensif tentang di mana, bagaimana, dan mengapa orang di seluruh dunia menggunakan kripto.









