Singkatnya, Curve Finance merasa PancakeSwap memakai “resep dapur” mereka (kode StableSwap) tanpa izin di versi terbaru, PancakeSwap Infinity.
- Apa itu StableSwap? Bayangkan ini seperti teknologi khusus buat tukar-menukar koin yang harganya stabil (kayak USDT ke USDC) supaya potongannya kecil banget dan harganya nggak meleset jauh.
- Sentilan Curve: Curve bilang, “Eh, itu kode kita lho. Kalau mau pakai secara resmi, ayo kita kerja sama atau ambil lisensi!”
- Risiko Keamanan: Curve nggak cuma asal klaim, mereka juga mengingatkan kalau implementasi kode tanpa pemahaman mendalam itu bahaya. Mereka mencontohkan kejadian hack besar yang pernah menimpa protokol lain seperti Balancer ($116 juta!) sebagai pengingat.
Kabar baiknya: PancakeSwap merespons dengan kalem dan berencana buat ngobrol langsung sama Curve. Curve pun menyambut baik, karena daripada ribut, mending bareng-bareng bangun ekosistem DeFi yang aman.
PancakeSwap Infinity: Emang Sehebat Apa?
Di luar urusan lisensi tadi, PancakeSwap Infinity yang rilis April 2025 ini emang punya fitur yang cukup “gokil”:
- One-Click Cross-Chain: Pindah aset antar blockchain (kayak dari BNB ke Arbitrum) sekarang cuma butuh sekali klik. Sat-set-wat-wet!
- Fitur “Hooks”: Ini semacam plug-in buat kolam likuiditas. Pengembang bisa atur biaya yang berubah-ubah secara otomatis atau bikin sistem order beli/jual otomatis di dalam blockchain.
- Banting Harga: Biaya bikin liquidity pool dipangkas sampai 99% lebih murah. Plus, sejak ekspansi ke jaringan Base (Layer-2 milik Coinbase), biaya trading ETH bisa hemat sampai 50%.

Kasus ini jadi pengingat buat para pengembang dan pengguna kalau di dunia kripto:
- Izin itu Penting: Open source bukan berarti bebas comot tanpa etika atau lisensi.
- Keamanan No. 1: Pakai kode orang lain tanpa paham seluk-beluknya bisa buka celah buat para hacker.
Baca Juga Token Kinto Anjlok Lebih dari 80% Setelah Proyek Diumumkan Tutup









