Wah, ini kabar raksasa dari dunia investasi! Bayangkan saja, modal ventura Andreessen Horowitz (a16z) baru saja mengumpulkan dana sekitar Rp240 triliun ($15 miliar) demi memastikan Amerika Serikat nggak ketinggalan zaman di bidang teknologi.
Si bos a16z, Ben Horowitz, sampai bilang kalau masa depan teknologi AS ada di pundak mereka. Biar lebih asyik dibaca, ini poin-poin pentingnya:
Misinya: “Amerika Harus Menang!”
Ben Horowitz merasa AS lagi “dikejar” sama negara-negara lain, terutama China. Menurutnya, kalau AS mau tetap jadi pemimpin dunia 100 tahun ke depan, mereka harus memenangkan dua bidang utama: AI (Kecerdasan Buatan) dan Kripto.
Katanya, kalau AS sampai kalah di dua bidang ini, efeknya bisa bahaya ke mana-mana—mulai dari ekonomi, militer, sampai pengaruh budaya mereka di dunia.
Uangnya Dipakai Buat Apa Saja?
Dana sebesar itu nggak cuma ditumpuk di satu tempat, tapi dibagi-bagi ke beberapa “kantong” investasi:
- Growth Fund ($6,75 miliar): Buat modalin perusahaan yang sudah mulai besar supaya makin raksasa.
- Aplikasi & Infrastruktur ($3,4 miliar total): Fokus bikin aplikasi masa depan dan pondasi teknologinya.
- American Dynamism ($1,18 miliar): Fokus ke teknologi yang mendukung kepentingan nasional, seperti keamanan dan pertahanan.
- Kesehatan & Bio ($700 juta): Buat inovasi di dunia medis.
Nasib Kripto Gimana?
Meskipun nggak ada dana khusus bernama “a16z Kripto” di putaran kali ini, jangan salah sangka ya!
- Tetap Jadi Pilar: Investasi di sektor kripto tetap jalan terus. Banyak perusahaan kripto bakal masuk lewat Growth Fund yang skalanya lebih besar.
- Buktinya Nyata: Mereka baru saja menyuntik dana $15 juta (sekitar Rp240 miliar) ke Babylon. Ini adalah protokol keren yang bikin Bitcoin bisa dipakai buat staking dan pinjam-meminjam (DeFi). Jadi, Bitcoin kamu nggak cuma “nongkrong” doang, tapi bisa jadi aset produktif.
Baca Juga Jupiter Luncurkan JupUSD, Stablecoin yang Didukung Dana BUIDL BlackRock
Intinya: a16z lagi jor-joran modalin masa depan lewat AI dan kripto. Mereka pengen sektor swasta dan pemerintah makin kompak biar AS tetap jadi raja teknologi.









