Tiongkok, sebagai pemain utama dalam ekonomi global, juga menghadapi tantangan internal yang kompleks terkait dengan regulasi keuangan dan manajemen risiko. Pencabutan larangan terhadap kripto dapat memunculkan potensi keuntungan ekonomi yang signifikan, termasuk penciptaan lapangan kerja baru dan pertumbuhan industri terkait seperti teknologi blockchain, keamanan kripto, dan layanan keuangan digital. Dengan potensi untuk memulai kembali aktivitas penambangan kripto, Tiongkok dapat mengeksplorasi pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam mengatur industri ini, dengan fokus pada efisiensi energi dan kepatuhan lingkungan.
Hal ini juga dapat mengurangi ketergantungan global terhadap penambangan kripto di luar Tiongkok, yang saat ini dominan dalam produksi Bitcoin.Namun, keputusan untuk mencabut larangan kripto juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas keuangan domestik dan kepatuhan terhadap regulasi internasional, terutama mengingat peran Tiongkok sebagai anggota G20 dan peserta utama dalam forum keuangan global.
Secara geopolitik, perubahan kebijakan ini dapat mempengaruhi dinamika hubungan internasional dalam hal teknologi blockchain dan regulasi kripto. Respons dari negara-negara lain dapat bervariasi, dari peningkatan regulasi domestik hingga upaya lebih lanjut untuk mempengaruhi arah perkembangan teknologi finansial global. Dengan demikian, sementara pencabutan larangan kripto dapat membuka pintu bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru di Tiongkok, langkah ini juga menunjukkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi oleh negara tersebut dalam menavigasi perubahan cepat dalam teknologi dan keuangan global.
Baca juga Airdrop Buat Si Mager dan Cuman Modal Internet!
Tantangan Ekonomi Tiongkok
- Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat: Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat menjadi 4,5% pada tahun 2024 dari 5,2% tahun lalu, sementara IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China akan turun menjadi 4,6% tahun ini dan makin menurun lagi menjadi 3,4% pada 2028.
- Defisit Fiskal dan Utang Tinggi: Defisit fiskal yang besar dan meningkatnya utang pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah mengikis penyangga fiskal dari perspektif pemeringkatan. Rasio utang terhadap PDB Tiongkok secara keseluruhan naik ke rekor baru sebesar 287,8% pada tahun 2023.
- Krisis Properti: Pasar properti, yang secara historis mewakili sekitar seperempat pertumbuhan domestik bruto (PDB) China, telah menjadi bagian yang bermasalah bagi perekonomian China akhir-akhir ini. Pada Senin (29/1), pengadilan Hong Kong mengeluarkan perintah likuidasi untuk raksasa properti, China Evergrande, yang terbelit utang lebih dari $300 miliar.
Tantangan Global
- Ketidakstabilan Ekonomi Global: Berbagai faktor seperti spekulasi pasar, gelembung aset, dan lemahnya regulasi dapat memicu krisis keuangan yang berdampak jangka panjang. Perang dagang antara negara-negara besar, seperti yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, telah menciptakan ketidakpastian ekonomi global.
- Krisis Keuangan: Krisis keuangan, seperti yang terjadi pada tahun 2008, telah menjadi penyebab utama ketidakstabilan ekonomi global. Faktor-faktor seperti spekulasi pasar, gelembung aset, dan lemahnya regulasi dapat memicu krisis keuangan yang berdampak jangka panjang.
Peluang dan Tantangan Regulasi
- Pencabutan Larangan Kripto: Pencabutan larangan kripto dapat membuka pintu bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru di Tiongkok, termasuk penciptaan lapangan kerja baru dan pertumbuhan industri terkait seperti teknologi blockchain, keamanan kripto, dan layanan keuangan digital.
- Efisiensi Energi dan Kepatuhan Lingkungan: Dengan fokus pada efisiensi energi dan kepatuhan lingkungan, Tiongkok dapat mengurangi dampak negatif dari penambangan kripto dan mempromosikan pengembangan industri yang lebih berkelanjutan.
- Geopolitik dan Regulasi Internasional: Perubahan kebijakan ini dapat mempengaruhi dinamika hubungan internasional dalam hal teknologi blockchain dan regulasi kripto. Respons dari negara-negara lain dapat bervariasi, dari peningkatan regulasi domestik hingga upaya lebih lanjut untuk mempengaruhi arah perkembangan teknologi finansial global.
Baca juga German Lanjutkan Transfer Bitcoin, Pindahkan $638 Juta ke Berbagai Entitas