Wah, ini berita yang cukup krusial buat ekosistem Solana. Ternyata di balik performa jaringannya yang kencang, ada tantangan besar di sisi desentralisasi karena jumlah validatornya yang merosot tajam.Angkanya cukup mengejutkan.
Dari puncaknya yang punya 2.560 node di Maret 2023, sekarang tinggal sisa 795 validator saja. Kenapa banyak yang angkat kaki?
- Model Ekonomi yang Berat: Menjalankan node Solana sekarang bukan lagi soal dukungan teknologi, tapi soal bertahan hidup. Banyak operator kecil yang merasa pengeluaran mereka lebih besar daripada pemasukan.
- Persaingan “Fee 0%”: Validator-validator raksasa berani pasang biaya 0%, yang akhirnya mematikan margin keuntungan buat validator kecil. Ibaratnya, pemain kecil harus bersaing sama raksasa yang “bakar uang”.
- Desentralisasi Jadi “Amal”: Seperti kata salah satu operator bernama Moo, tanpa keuntungan ekonomi, menjaga keamanan jaringan cuma jadi kegiatan amal yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Baca Juga Vitalik Buterin: 2026 adalah Saat Kita Berhenti Menyerahkan Data ke Big Tech
Biaya “Nge-vote” yang Mahal
Banyak yang nggak tahu kalau jadi validator Solana itu butuh modal yang nggak main-main:
- Modal Awal: Butuh minimal sekitar US$49.000 dalam bentuk token SOL cuma buat tahun pertama.
- Biaya Voting: Setiap hari, validator harus bayar biaya voting sekitar 1,1 SOL supaya node-nya tetap aktif. Kalau ditotal, setahun butuh sekitar 401 SOL cuma buat bayar biaya administrasi jaringan ini.
Efek Buruk: Koefisien Nakamoto Turun
Ini adalah indikator utama buat mengukur seberapa “terdesentralisasi” sebuah blockchain.
- Turun 35%: Dari angka 31 turun jadi 20.
- Artinya: Jaringan Solana sekarang lebih terkonsentrasi di tangan sedikit entitas besar. Semakin rendah angka ini, semakin mudah (secara teori) bagi segelintir kelompok untuk mengendalikan jaringan.
Kesimpulannya: Solana memang makin populer dan harganya naik, tapi biaya operasional yang ikut melambung bikin operator kecil tersingkir. Kalau tren ini lanjut, Solana berisiko jadi jaringan yang sangat “sentralistik” karena cuma dikuasai pemain bermodal besar.









