Ethiopia kini berkontribusi 2,5% dari hash rate global dalam industri Bitcoin mining. Penggunaan energinya mencapai 600 MW dan diperkirakan naik menjadi 1 GW pada akhir tahun. Ini dapat mewakili hingga 7% dari hash rate dunia.
Negara ini mulai bersaing dengan negara besar seperti Amerika Serikat dan Cina. Keunggulan Ethiopia terletak pada energi terbarukan yang melimpah. Proyek GERD menyediakan listrik murah, hanya 3,2 sen per kWh.
Pemerintah Ethiopia aktif mempromosikan sektor mining ini. Ethiopian Electric Power (EEP) meraih pendapatan $55 juta dalam 10 bulan terakhir dari 25 perusahaan mining. Ethiopia pun semakin menarik perhatian global.
Peran Perusahaan Global dan Investasi Infrastruktur
Perusahaan global seperti BIT Mining mulai melirik Ethiopia. BIT Mining mengakuisisi 51 MW data center dan 18.000 mesin mining senilai $14,28 juta. Langkah ini memperkuat operasional global mereka.
Ethiopia juga menarik investasi besar lainnya. Ethiopian Investment Holdings bermitra dengan West Data Group dari Hong Kong. Mereka menginvestasikan $250 juta untuk meningkatkan infrastruktur digital negara ini.
Keunggulan energi murah membuat Ethiopia menarik bagi perusahaan mining. Regulasi yang mulai dikembangkan mendukung investasi, meskipun perdagangan kripto masih dilarang.
Dampak Ekonomi dan Masa Depan Mining di Ethiopia
Industri Bitcoin mining memberi dampak ekonomi signifikan bagi Ethiopia. Saat ini, 20 perusahaan mining beroperasi, mayoritas dari Cina. Pendapatan sektor ini diperkirakan mencapai $123 juta pada 2025.
Pendapatan ini juga mendukung pengembangan infrastruktur listrik. Sektor mining membantu meningkatkan akses listrik bagi 50% populasi yang sebelumnya kekurangan pasokan.
Dengan daya tarik energi murah dan investasi infrastruktur, Ethiopia memiliki potensi besar. Negara ini diperkirakan akan menjadi sala satu pemain utama di industri Bitcoin mining global.
Baca juga Bitcoin Jatuh ke $61,674 di Market Kripto Korea Selatan, Dampak Deklarasi Darurat Militer