Sejak awal tahun, obrolan soal memecoin di media sosial meledak barengan dengan kenaikan harganya. Para analis melihat ini bukan cuma soal lucu-lucuan gambar koinnya, tapi sinyal kalau “Risk Appetite” (selera risiko) para pelaku market mulai pulih.
Berikut adalah poin-poin pentingnya:
Angka yang Bicara (Gak Main-main!)
Setelah sempat “tiarap” di akhir 2025, sektor memecoin mulai bangkit di dalam market:
- Kapitalisasi Market: Sempat anjlok ke US$35 miliar, eh sekarang sudah balik lagi ke kisaran **US$45 – US$47 miliar**.
- Volume Transaksi: Sempat naik drastis 300% dalam waktu singkat! Ini tandanya banyak orang yang lagi aktif jual-beli di market.
Kenapa Memecoin Duluan yang Naik?
Menurut Vincent Liu dari Kronos Research, memecoin itu ibarat “instrumen alami” buat spekulasi karena:
- Narasinya simpel (gampang dimengerti orang awam).
- Kekuatan komunitasnya solid banget di media sosial.
- Potensi cuan gede dalam waktu singkat, menjadikannya pilihan utama saat market mulai kembali mengambil risiko.
Baca Juga Bug Bitcoin Core v30 Berisiko Menyebabkan Kehilangan Dana saat Upgrade Wallet Lama
Meski kelihatan hijau, para ahli tetap kasih peringatan buat kita:
- Cuma Sentimen: Kenaikan ini lebih karena reposisi market dan kembalinya investor ritel, bukan karena perubahan fundamental yang signifikan.
- Efek Bitcoin: Kalau Bitcoin (BTC) cuma jalan di tempat sementara altcoin/memecoin naik tinggi, biasanya itu tanda market sudah terlalu “panas” dan rawan koreksi tajam.
- Faktor Eksternal: Isu geopolitik dan kebijakan ekonomi global masih bisa membalikkan sentimen market dengan cepat.
Kesimpulannya: Memecoin saat ini jadi indikator paling jelas untuk mengukur selera risiko di market kripto. Tapi ingat, reli ini sangat rentan balik arah kalau aliran modal ke market mulai melambat.
