Metaplanet lagi menunjukkan strategi yang cukup berani di market. Meskipun laporan keuangannya terlihat merah di atas kertas, tapi kalau kita bedah isinya, secara operasional mereka justru lagi kencang-kencangnya.
Rugi di Atas Kertas, Untung di Lapangan
Metaplanet mencatat rugi bersih yang besar (sekitar US$491 juta) untuk tahun 2025. Tapi, jangan kaget dulu! Ini penjelasannya:
- Penurunan Nilai (Impairment) Non-Tunai: Rugi ini cuma angka akuntansi karena harga Bitcoin di akhir tahun lagi turun dibanding harga beli mereka. Uang aslinya nggak hilang dan nggak ganggu operasional perusahaan.
- Laba Operasional Naik: Secara bisnis nyata, mereka justru profit! Laba operasional mereka diprediksi mencapai US$40 juta di 2025.
Baca Juga Mantan CEO Binance Klaim Berkomunikasi dengan Belasan Pemerintah soal Tokenisasi
Koleksi Bitcoin yang Meledak
Metaplanet benar-benar “borong” Bitcoin habis-habisan di tahun 2025:
- Jumlah BTC: Dari cuma punya 1.762 BTC, sekarang koleksi mereka jadi 35.102 BTC di akhir 2025!
- BTC Yield 568%: Ini metrik yang keren banget. Artinya, jumlah Bitcoin yang mem-back-up setiap lembar saham mereka naik lebih dari 5 kali lipat. Pemegang sahamnya jadi punya “hak” atas lebih banyak Bitcoin.

Proyeksi Ambisius di 2026
Memasuki tahun 2026, Metaplanet makin percaya diri:
- Target Pendapatan: Mereka mengincar US$103 juta, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
- Fokus Utama: Hampir semua cuan mereka diharapkan datang dari strategi Bitcoin income generation (seperti jualan opsi atau strategi yield lainnya).
Kesimpulannya: Metaplanet sekarang bukan lagi sekadar perusahaan biasa, tapi sudah jadi “kendaraan investasi” Bitcoin di bursa saham Tokyo. Selama operasional mereka sehat dan jumlah BTC di wallet mereka terus bertambah, rugi akuntansi akibat fluktuasi harga biasanya dianggap hal wajar oleh para investor kripto.









