Si bos Pump.fun, Alon Cohen, baru saja kasih bocoran kalau mereka lagi “beres-beres rumah”. Intinya, mereka sadar sistem yang kemarin bikin orang cuma rajin bikin koin baru (tapi isinya kosong), padahal yang bikin ekosistem hidup itu kan para trader kayak kita.
Masalahnya: Kebanyakan “Ternak” Koin
Sistem lama ternyata punya efek samping yang kurang oke. Kreator jadi lebih milih ambil risiko rendah dengan terus-terusan minting (nyetak) koin baru, tapi nggak peduli sama likuiditasnya.
- Efeknya: Pasar jadi nggak sehat karena trader—yang sebenarnya “napas” bagi platform ini—malah sering dicuekin.
- Sempat Rame: Awalnya memang sempat heboh banget di 2025, bahkan volume transaksi naik 2x lipat. Tapi ternyata itu cuma sementara karena pondasinya kurang kuat.
Solusi: Bagi-Bagi Jatah & Keamanan Ekstra
Nah, supaya nggak ada lagi kreator yang cuma “hit and run”, Pump.fun ngenalin fitur baru:
- Bagi-Bagi Fee: Sekarang kreator atau admin komunitas (CTO) bisa bagi-bagi hasil fee ke maksimal 10 dompet. Jadi, tim yang beneran kerja bisa kebagian jatah secara adil.
- Pindah Tangan: Kreator sekarang bisa transfer kepemilikan koin atau matiin akses edit (revoke authority). Ini penting banget biar trader merasa lebih aman.
- Full Buat Komunitas: Alon negasin kalau tim Pump.fun nggak bakal ambil sepeser pun dari fee ini. Semua murni buat para “trenchers” (pejuang koin micin).
Pump.fun Masih Jadi “Raja”
Walaupun sempat kesalip kompetitor (kayak LetsBonk) di pertengahan tahun, Pump.fun langsung comeback dengan strategi beli balik (buyback) token PUMP dan pembaruan sistem.
- Hasilnya? Sekarang mereka masih menguasai sekitar 75%-80% pasar peluncuran koin di Solana. Gila banget, kan?
Ringkasnya: Pump.fun pengen kreator lebih serius bangun komunitas, bukan cuma asal bikin koin terus ditinggal.
Baca Juga Jupiter Luncurkan JupUSD, Stablecoin yang Didukung Dana BUIDL BlackRock









