Artikel ini merupakan ulasan atas 2026 Crypto Market Outlook yang diterbitkan oleh Coinbase Institutional. Laporan setebal 70 halaman ini ditulis oleh David Duong (Global Head of Research) dan Colin Basco (Research Associate), dan merupakan edisi keempat dari seri tahunan outlook pasar Coinbase. Kredit penuh diberikan kepada Coinbase Institutional.
Coinbase Institutional merilis 2026 Crypto Market Outlook — laporan 70 halaman yang memetakan kondisi, tantangan, dan peluang pasar kripto di tahun mendatang. Berbeda dari outlook sebelumnya yang lebih berfokus pada siklus harga, laporan edisi keempat ini menyodorkan argumen yang lebih struktural: kripto tidak lagi berperilaku sebagai spekulasi tunggal yang terikat siklus retail, melainkan sudah berkembang menjadi “emerging pillar of global market infrastructure”.
📉 Bitcoin: Volatilitas Turun, Menyerupai Saham Teknologi Tinggi
Salah satu observasi paling signifikan dalam laporan ini adalah evolusi profil volatilitas Bitcoin. Volatilitas historis 90 hari Bitcoin turun ke kisaran 35%–40% pada akhir 2025, dari level di atas 60% pada pertengahan 2024. Ini menempatkan Bitcoin lebih dekat ke saham teknologi pertumbuhan tinggi ketimbang aset spekulatif outlier — sinyal kematangan yang penting bagi institusi yang mempertimbangkan alokasi. Coinbase menyebut siklus empat tahunan Bitcoin semakin tidak relevan seiring arus institusional mendominasi perilaku harga.
🏦 Adopsi Institusional: ETF Bitcoin dengan Arus Masuk $58 Miliar
Spot ETF Bitcoin di AS telah mengumpulkan sekitar $58 miliar arus masuk bersih sejak peluncurannya — menetapkan fondasi permintaan institusional yang kokoh. Coinbase mengidentifikasi ini sebagai jangkar yang memisahkan 2026 dari siklus bull market retail sebelumnya. Aset yang ditokenisasi juga semakin diterima sebagai jaminan yang memenuhi syarat (eligible collateral) di pasar institusional.
🏛️ Regulasi: GENIUS Act + CLARITY Act Membuka Era Baru
Dua perkembangan legislatif utama membentuk latar belakang outlook 2026: GENIUS Act untuk stablecoin dan CLARITY Act untuk struktur pasar kripto. Coinbase memproyeksikan kerangka regulasi global yang lebih jelas di 2026 akan merombak cara institusi mendekati strategi, risiko, dan kepatuhan. Namun laporan berhati-hati: ketidakpastian ekonomi makro, risiko inflasi yang persisten, dan waktu pemotongan suku bunga tetap menjadi variabel kunci.
💰 Stablecoin: Target $1,2 Triliun pada 2028
Coinbase menggunakan model stokastik untuk memproyeksikan bahwa kapitalisasi pasar stablecoin bisa mencapai $1,2 triliun pada akhir 2028. Stablecoin kini disebut sebagai “aset penyelesaian primer untuk pembayaran lintas batas, transfer, dan manajemen likuiditas” — bukan lagi alat spekulasi. Coinbase mengidentifikasi payroll, remitansi, dan pembayaran lintas batas sebagai use case yang akan mendorong adopsi lebih lanjut.
🔗 Tokenisasi RWA: Target $18 Miliar, Dipimpin Treasury dan Kredit Privat
Coinbase memproyeksikan tokenisasi RWA akan mencapai $18 miliar dalam total nilai, didominasi oleh US Treasury dan produk kredit privat. Ini sejalan dengan tren yang terlihat di 2025, di mana tokenized Treasuries tumbuh eksponensial dan kredit privat on-chain mulai pulih dari rendahnya 2022–2023. Protokol yang bergerak menuju value capture — fee-sharing, buyback, dan distribusi pendapatan — (Tokenomics 2.0) diidentifikasi sebagai yang akan paling diuntungkan.
♾️ Perpetual Futures & Pasar Prediksi: Menjadi Primitif DeFi Inti
Coinbase mengidentifikasi perpetual futures sebagai salah satu pilar utama aktivitas pasar kripto, mencatat bahwa derivatif kini menyumbang mayoritas volume perdagangan. Ke depan, perp diperkirakan bergerak dari leverage terisolasi menjadi primitif DeFi inti yang terintegrasi dengan lending, jaminan, dan hedging. Pasar prediksi juga diperkirakan tumbuh signifikan, dengan agregator pasar prediksi berpotensi menjadi lapisan antarmuka yang memkonsolidasikan miliaran dolar volume mingguan.
🤖 AI x Crypto: Pembayaran Agentik Menemukan PMF
Laporan Coinbase mencatat persimpangan AI dan kripto sebagai salah satu tema terpenting 2026. Pembayaran agentik — di mana agen AI melakukan transaksi secara otonom menggunakan stablecoin dan infrastruktur on-chain — sedang menemukan product-market fit. Coinbase juga menyoroti permintaan yang tumbuh untuk privasi melalui zero-knowledge proofs (ZKP) dan enkripsi homomorfik penuh (FHE) seiring adopsi institusional meningkat.
🔮 “DAT 2.0” dan Tokenomics 2.0: Evolusi Model Bisnis On-Chain
Coinbase mengantisipasi model “DAT 2.0” di 2026, di mana iterasi masa depan Digital Asset Treasury melampaui akumulasi aset sederhana untuk berspesialisasi dalam perdagangan profesional, penyimpanan, dan pengadaan sovereign block space — mengakui block space sebagai komoditas vital ekonomi digital. Bersamaan, Tokenomics 2.0 mencerminkan pergeseran protokol menuju model yang berkelanjutan dan terkait pendapatan, bukan beta naratif yang murni spekulatif.
📥 Unduh Laporan Lengkapnya
Laporan 2026 Crypto Market Outlook dari Coinbase Institutional tersedia di website resmi Coinbase — 70 halaman analisis mendalam yang mencakup BTC, ETH, SOL, stablecoin, regulasi, dan struktur pasar.









