Artikel ini merupakan ulasan atas laporan 2026 Global Digital Asset Adoption Index yang diterbitkan oleh CoinDesk Research untuk Consensus Miami 2026, konferensi kripto terbesar di dunia. Laporan ini memetakan adopsi aset digital secara global menggunakan data dari berbagai sumber termasuk volume bursa, arus stablecoin, kepemilikan, dan produk ETF. Kredit penuh diberikan kepada CoinDesk Research.
Menjelang Consensus Miami 2026 — konferensi kripto terbesar dan paling berpengaruh di dunia — CoinDesk Research merilis 2026 Global Digital Asset Adoption Index: peta adopsi kripto global yang paling komprehensif dari perspektif yurisdiksi. Temuan utamanya mengungkap sesuatu yang kontradiktif sekaligus mencerahkan: AS membangun, Asia mendominasi penggunaan — dan dunia kripto sedang bergerak menuju multipolaritas yang sesungguhnya.
🌏 Asia #1 dalam Penggunaan, AS #1 dalam Institusi
Temuan paling kuat dari laporan ini: Asia mendominasi hampir semua metrik penggunaan nyata — volume bursa, arus stablecoin, dan tingkat kepemilikan kripto — sementara Amerika Serikat mengkonsolidasikan posisinya sebagai pusat institusional dan regulasi global. Ini bukan sinyal bahwa AS kehilangan pengaruh, melainkan pemisahan struktural tentang bagaimana pasar kripto berfungsi: likuiditas, kepatuhan, dan perilaku pengguna semakin terpisah alih-alih konvergen dalam satu yurisdiksi.
💵 Stablecoin: Fungsi Berbeda di Negara Berbeda
Laporan mengidentifikasi perbedaan mencolok dalam fungsi stablecoin berdasarkan geografi. Di pasar berkembang — terutama Amerika Latin — stablecoin digunakan bukan untuk spekulasi, melainkan sebagai alat bertahan hidup: remitansi, lindung nilai inflasi, dan perdagangan lintas batas. Di Brasil, lebih dari 90% arus masuk kripto berbasis stablecoin untuk keperluan remitansi dan penggajian. Di negara maju, stablecoin berperan sebagai jaminan (collateral) dan alat likuiditas trading.
🏛️ Treasury Korporat: 2 Juta BTC — Pergeseran Struktural Sejak 2020
Kepemilikan Bitcoin di treasury korporat kini mendekati 2 juta BTC — naik dari hampir nol pada 2020. Fase akumulasi cepat yang berlangsung sepanjang 2024 telah bertransisi ke tren yang lebih bertahap, namun volume kepemilikan saat ini merepresentasikan perubahan struktural yang signifikan dalam cara perusahaan publik memandang cadangan kas mereka. Ini bukan fenomena MicroStrategy lagi — ini adalah strategi korporat yang semakin diadopsi secara luas.
📊 RWA Tumbuh 210% Sejak 2025 — TVL $22,8 Miliar
Total value locked di seluruh protokol RWA telah melonjak 210% ke $22,8 miliar sejak 2025 — mencerminkan tidak hanya arus masuk kapital, tetapi juga pendalaman product-market fit. Pertumbuhan ini mencerminkan kombinasi adopsi institusional dan permintaan organik dari investor yang mencari eksposur yield terdiversifikasi di luar aset kripto native. Treasury yang ditokenisasi, kredit privat, dan instrumen penghasil pendapatan semakin digunakan sebagai jaminan on-chain.
🔄 Pasar Multipolar: Tidak Ada Satu Yurisdiksi yang Memimpin di Semua Kategori
Kesimpulan paling nuanced dari laporan: kepemimpinan global kripto kini bergantung lebih pada layer ekosistem daripada geografi semata. Asia unggul dalam integrasi keuangan sehari-hari dan partisipasi retail. AS unggul dalam kedalaman produk, kerangka perizinan, dan akses ke pasar keuangan tradisional. Eropa memimpin dalam regulasi stablecoin berbasis hukum (MiCA). MENA menunjukkan pertumbuhan institusional yang kuat dengan UAE sebagai hub utama.
📈 Stablecoin Melebihi $300 Miliar — 6x Dibanding Awal 2020
Total kapitalisasi stablecoin kini melampaui $300 miliar — naik sekitar 6x dari angka di bawah $50 miliar pada awal 2020. Volume stablecoin mingguan memuncak di sekitar $160 miliar di awal 2025 (versus $80 miliar di 2021), dan kini rata-rata sekitar $60 miliar — dibandingkan ~$30 miliar pada siklus sebelumnya. Ini adalah lapisan likuiditas yang secara struktural jauh lebih dalam dari siklus 2020–2021.
🚀 ETF Bitcoin: $100 Miliar AUM dalam 11 Bulan — vs Emas yang Butuh 16 Tahun
Laporan menggarisbawahi kecepatan adopsi ETF kripto yang belum pernah terjadi sebelumnya. ETF Bitcoin AS mencapai $100 miliar dalam AUM hanya dalam 11 bulan — sementara ETF emas AS membutuhkan hampir 16 tahun untuk melampaui tonggak yang sama. Saat ini, produk berbasis Bitcoin mewakili $144 miliar (78,2% dari total AUM crypto ETP), sementara produk berbasis Ethereum telah mencapai $26,5 miliar — menunjukkan permintaan institusional yang mulai meluas melampaui Bitcoin.
📥 Unduh Laporan Lengkapnya
2026 Global Digital Asset Adoption Index dari CoinDesk Research tersedia gratis — peta global adopsi kripto yang paling komprehensif menjelang Consensus Miami 2026.









