Dulu, kalau orang punya uang “dingin” dan pengen spekulasi biar cepat untung, tujuannya pasti ke kripto. Tapi menurut riset terbaru dari Delphi Digital, tren itu sudah berubah. Sekarang, investor spekulatif mulai melirik teknologi masa depan lainnya seperti Artificial Intelligence (AI) dan Robotika.
Kripto nggak lagi bersaing antar sesama koin aja, tapi sudah harus berebut perhatian (dan modal) dengan narasi teknologi canggih lainnya.

Bukti di Lapangan: Kripto vs AI
Angka nggak bisa bohong. Dalam setahun terakhir, perbandingannya cukup kontras:
- Bitcoin (BTC): Turun sekitar 12%.
- Altcoin (di luar Top 10): Anjlok lebih parah, tembus 30%.
- ETF Robotika & AI: Justru naik sekitar 13%.
Kelihatannya, para investor lebih pede menaruh uang mereka di robot-robot pintar daripada di aset digital yang lagi sideways.
Kenapa Kripto Lagi “Loyo”?
Ada dua alasan utama yang bikin pasar kripto berasa berat banget buat napas:
- Harapan Suku Bunga: Pasar berharap suku bunga bakal turun drastis, tapi kenyataannya The Fed (bank sentral AS) diprediksi bakal tetap mematok bunga yang lumayan tinggi (sekitar 3,8%). Likuiditas jadi ketat, dan aset berisiko kayak kripto jadi kurang seksi.
- Drama Regulasi & Cuaca: RUU kripto (CLARITY) di AS juga lagi mandek. Lucunya, penundaan sidang pekan ini bukan cuma karena politik, tapi juga karena faktor alam, yaitu badai musim dingin parah di Amerika.
Baca Juga Mantan CEO Binance Klaim Berkomunikasi dengan Belasan Pemerintah soal Tokenisasi
Robotika Makin Cuan, Kripto Melambat di Akhir Tahun
Tahun 2025 sebenarnya bukan tahun yang buruk-buruk amat buat investasi kripto, tapi ada “rem mendadak” di akhir tahun:
- Sektor Robotika: Lagi booming parah! Dana yang masuk tembus US$13,8 miliar, rekor tertinggi sepanjang masa.
- Sektor Kripto: Awalnya kencang, tapi langsung lemes di bulan Desember. Bayangkan, dari investasi US$3,1 miliar di November, anjlok jadi cuma US$700 juta di Desember. Turun drastis sampai 77%!
Pemicunya? Salah satunya adalah “shock” pasar di bulan Oktober gara-gara isu tarif dagang Trump ke China yang memicu likuidasi besar-besaran (sekitar US$19 miliar) dalam sekejap.
Kesimpulannya: Kripto sekarang punya kompetitor berat buat narik modal. Kalau mau narik investor balik, kripto butuh sentimen positif yang lebih kuat dari sekadar janji-janji teknologi.









