Wah, kontras banget ya kondisinya! Di saat market logam mulia lagi berpesta pora, Bitcoin justru masih harus berjuang keras buat bangkit. Emas benar-benar menunjukkan taringnya sebagai “Safe Haven” utama tahun ini.
Emas & Perak: Sang Juara Market Saat Ini
Logam mulia lagi mencetak sejarah besar yang bikin geleng-geleng kepala:
- Rekor Emas: Harganya tembus US$5.500, dengan kapitalisasi pasar (Market Cap) mencapai US$34 triliun. Bayangkan, kenaikan nilainya dalam satu hari saja hampir setara dengan total nilai seluruh Bitcoin yang ada!
- Perak Melesat: Naik 21,5% dalam seminggu dan makin menjauh dari Market Cap Nvidia. Perak sekarang punya nilai total sekitar US$6,6 triliun.
- Sentimen Extreme Greed: Indeks sentimen emas ada di angka 99/100. Artinya, semua orang lagi berebut pengen punya emas.

Bitcoin: Masih “Kedinginan” di Zona Fear
Meskipun sering disebut sebagai “Emas Digital”, performa Bitcoin belakangan ini justru berlawanan:
- Masih Lesu: Bitcoin belum benar-benar pulih sejak jatuh di 10 Oktober lalu (saat ada likuiditas raksasa US$19 miliar).
- Kalah Jarak: Dalam rentang 5 tahun, emas naik 185,3%, sementara Bitcoin cuma naik 164%.
- Sentimen Fear: Berbanding terbalik dengan emas, indeks sentimen kripto ada di level 26/100. Investor masih banyak yang ragu dan takut buat masuk.
Baca Juga Pump.fun Tinggalkan Zona Nyaman Memecoin, Hadirkan Pump Fund
Menariknya, meskipun harganya lagi kalah saing sama emas, para pemain besar (institusi) punya pandangan beda:
- Undervalued: 71% investor institusi menganggap harga Bitcoin di kisaran US$85k–US$95k itu masih murah.
- Strategi Buy the Dip: Sekitar 80% dari mereka siap nambah muatan ke wallet kalau harga turun lagi 10%. Mereka lebih fokus ke potensi jangka panjang daripada fluktuasi jangka pendek.