Bukan Cuma Wacana, 60% Bank Raksasa AS Sudah Arahkan Layanan ke Bitcoin

Bukan Cuma Wacana, 60% Bank Raksasa AS Sudah Arahkan Layanan ke Bitcoin

Wah, ini benar-benar plot twist terbesar di dunia perbankan! Kalau dulu bank-bank besar ini sangat anti-kripto, sekarang mereka malah berebut kursi di garda terdepan. Seperti kata Brian Armstrong di Davos kemarin, kripto bukan lagi sekadar hobi, tapi sudah jadi “prioritas nomor satu” bagi sebagian bank global.

“Big Four” Mulai Nyebur ke Kolam Kripto

Dari empat bank penguasa ekonomi AS, tiga di antaranya sudah mulai “bermain api” (dalam arti positif) dengan Bitcoin:

Nama BankStatus AksiLayanan yang Ditawarkan/Direncakan
JPMorgan ChaseAktifSedang mempertimbangkan fitur crypto trading.
Wells FargoAktifPinjaman dengan jaminan Bitcoin (Bitcoin-backed loans) untuk institusi.
CitigroupEksplorasiFokus pada layanan penyimpanan aset (crypto custody) institusional.
Bank of AmericaAbsenMasih diam dan belum punya rencana terbuka terkait Bitcoin.

Secara total, bank-bank yang sudah terlibat ini mengelola aset lebih dari US$7,3 triliun. Angka yang sangat masif buat mendorong likuiditas di market.

Baca Juga Mantan CEO Binance Klaim Berkomunikasi dengan Belasan Pemerintah soal Tokenisasi

Dari Musuh Jadi Kawan?

Ingat rumor Operation Chokepoint 2.0? Dulu bank-bank dituduh sengaja memutus akses perusahaan kripto ke sistem perbankan. Tapi sekarang situasinya berbalik:

Tapi, Masih Ada “Garis Merah”

Meski sudah makin ramah, bank-bank ini tetap punya musuh bersama: Yield-bearing stablecoins.

Mereka sangat vokal mengkritik stablecoin yang memberikan bunga kepada pemegangnya karena dianggap bisa mengganggu stabilitas keuangan global (dan mungkin, bisa jadi saingan berat produk tabungan tradisional mereka sendiri).


Insight: Dengan aset kelolaan (AUM) perbankan yang mulai masuk ke Bitcoin, infrastruktur penyimpanan aset atau wallet institusional bakal jadi standar baru yang super ketat ke depannya.

Exit mobile version