Laporan kuartal IV 2025 ini secara resmi mengukuhkan Tether (USDT) sebagai “pemenang mutlak” yang berhasil selamat dan justru semakin kuat pasca-badai 10 Oktober. Di saat market sedang babak belur, Tether justru mencetak rekor yang memperlebar jarak dengan para kompetitornya.
Tether: Raksasa yang Tak Tergoyahkan di Tengah Badai
Ketika market kripto mengalami gelombang likuidasi masal pada Oktober 2025, terjadi “seleksi alam” di dunia stablecoin. Hasilnya? USDT terbang tinggi, sementara yang lain tertinggal jauh.
Perbandingan Kekuatan: Sang Raja vs Kompetitor
Setelah krisis 10 Oktober, peta kekuatan stablecoin berubah drastis:
- USDT (Tether): Kapitalisasi market melonjak ke rekor US$187,3 Miliar (naik US$12,4 Miliar di Q4).
- USDC (Circle): Hanya jalan di tempat (stagnan) tanpa pertumbuhan berarti.
- USDe (Ethena): Menjadi korban terparah dengan penurunan nilai 57%. Ini membuktikan bahwa produk sintetis sangat rapuh saat volatilitas tinggi.

Statistik On-Chain yang “Ngeri”
Tether bukan sekadar angka di bursa, tapi sudah menjadi “darah” ekonomi digital:
- Wallet Aktif: Mencapai 24,8 juta, menguasai 70% dari total pengguna stablecoin global.
- Volume Transfer: Menembus US$4,4 Triliun dalam satu kuartal.
- Cadangan Kas: Tether kini memegang US$141,6 Miliar dalam surat utang AS (Treasury), membuat mereka lebih kuat secara finansial daripada banyak negara berdaulat di dunia.

Sisi Gelap & Langkah Pengetatan
Meski dominan, USDT tetap menjadi pilihan utama untuk aktivitas ilegal (sekitar 5,14% dari total volume). Menariknya, jaringan Tron menyumbang 70% dari aktivitas berisiko ini.
- Respons Tether: Mereka mulai serius bersih-bersih dengan menggandeng TRM Labs dan Tron untuk memantau serta membekukan dana-dana ilegal tersebut.
Baca Juga Bitcoin Kalah Telak? Emas Tambah Triliunan Dolar dalam 24 Jam
Ekspansi Strategis: USAt & Pembayaran Global
Tether tidak mau hanya jadi aset trading. Mereka mulai masuk ke sektor riil:
- USAt: Stablecoin khusus pasar AS yang patuh regulasi (GENIUS Act).
- Kemitraan Opera: Mengintegrasikan USDT dan Emas (XAUT) ke wallet MiniPay milik Opera untuk menyasar pasar berkembang (remitansi dan pembayaran sehari-hari).
Fenomena Q4 2025 menunjukkan adanya gerakan flight to safety. Saat market tidak stabil:
- Investor kabur dari stablecoin sintetis yang berisiko (USDe).
- Investor kurang tertarik pada stablecoin yang terlalu kaku regulasinya (USDC).
- Investor memilih USDT karena likuiditasnya yang paling besar dan rekam jejaknya yang tahan banting menghadapi krisis 10 Oktober.









