Di Tengah Crash Kripto, USDt Tether Tembus Market Cap US$187 Miliar

Laporan kuartal IV 2025 ini secara resmi mengukuhkan Tether (USDT) sebagai “pemenang mutlak” yang berhasil selamat dan justru semakin kuat pasca-badai 10 Oktober. Di saat market sedang babak belur, Tether justru mencetak rekor yang memperlebar jarak dengan para kompetitornya.

Tether: Raksasa yang Tak Tergoyahkan di Tengah Badai

Ketika market kripto mengalami gelombang likuidasi masal pada Oktober 2025, terjadi “seleksi alam” di dunia stablecoin. Hasilnya? USDT terbang tinggi, sementara yang lain tertinggal jauh.

Perbandingan Kekuatan: Sang Raja vs Kompetitor

Setelah krisis 10 Oktober, peta kekuatan stablecoin berubah drastis:

Di Tengah Crash Kripto, USDt Tether Tembus Market Cap US$187 Miliar
USDt market cap. Sumber: Tether

Statistik On-Chain yang “Ngeri”

Tether bukan sekadar angka di bursa, tapi sudah menjadi “darah” ekonomi digital:

Sumber: Tether

Sisi Gelap & Langkah Pengetatan

Meski dominan, USDT tetap menjadi pilihan utama untuk aktivitas ilegal (sekitar 5,14% dari total volume). Menariknya, jaringan Tron menyumbang 70% dari aktivitas berisiko ini.

Baca Juga Bitcoin Kalah Telak? Emas Tambah Triliunan Dolar dalam 24 Jam

Ekspansi Strategis: USAt & Pembayaran Global

Tether tidak mau hanya jadi aset trading. Mereka mulai masuk ke sektor riil:

Fenomena Q4 2025 menunjukkan adanya gerakan flight to safety. Saat market tidak stabil:

  1. Investor kabur dari stablecoin sintetis yang berisiko (USDe).
  2. Investor kurang tertarik pada stablecoin yang terlalu kaku regulasinya (USDC).
  3. Investor memilih USDT karena likuiditasnya yang paling besar dan rekam jejaknya yang tahan banting menghadapi krisis 10 Oktober.

Exit mobile version