US$56 Triliun di Depan Mata? Bloomberg Ungkap Masa Depan Stablecoin

Bayangkan, di tahun 2030 nanti, total uang yang mengalir lewat stablecoin diprediksi tembus 56,6 triliun dolar AS! Sebagai gambaran, tahun 2025 kemarin angkanya “baru” di kisaran 2,9 triliun dolar AS. Artinya, pertumbuhannya bakal ngebut banget, sekitar 80% setiap tahunnya.

US$56 Triliun di Depan Mata? Bloomberg Ungkap Masa Depan Stablecoin
Sumber: Blomberg

Duel Raksasa: USDT vs USDC

Dua nama besar ini masih jadi penguasa market, tapi mereka punya “wilayah” yang berbeda:

Baca Juga Memecoin Lagi “Gacor”, Sinyal Market Mulai Berani Ambil Risiko?

Kenapa Makin Banyak yang Pakai?

Ada beberapa alasan kenapa stablecoin makin laku keras:

  1. Penyelamat Inflasi: Orang-orang di negara berkembang lebih pilih simpan “dolar digital” (stablecoin) daripada mata uang lokal yang nilainya turun terus.
  2. Dukungan Pemerintah: Setelah AS makin serius dengan aturan kripto (lewat GENIUS Act), negara lain seperti Inggris dan Kanada juga ikutan ngebut bikin aturan biar stablecoin legal dan aman dipakai di tahun 2026.
  3. Masuk ke “Mainstream”: Perusahaan besar nggak mau ketinggalan! Western Union kabarnya mau pakai jaringan Solana buat kirim uang tahun depan. MoneyGram dan Zelle juga lagi sibuk bikin sistem biar kirim uang antarnegara makin kilat pakai stablecoin.

Intinya…

Dulu stablecoin mungkin cuma dianggap alat buat “parkir” dana di bursa kripto. Tapi sekarang, dia sudah berubah jadi alat bayar global yang lebih murah, cepat, dan transparan.

Exit mobile version