Ethereum Makin Ngebut, ENS Batalkan Rencana Layer-2 Namechain

Berita dari ENS (Ethereum Name Service) ini adalah bukti nyata dari pergeseran paradigma yang sedang kita diskusikan.

Jika sebelumnya kita membahas bagaimana pengembang L2 bereaksi terhadap pernyataan Vitalik Buterin, kini kita melihat proyek raksasa seperti ENS benar-benar mengambil tindakan konkret: Membatalkan L2 (Namechain) demi kembali ke L1.

ENSv2: “Pulang Kampung” ke L1 karena Ethereum Semakin Cepat

Keputusan nick.eth dan tim ENS untuk membatalkan Namechain (L2 mereka sendiri) adalah tamparan keras bagi narasi bahwa “L1 hanya untuk orang kaya”. Ternyata, Ethereum L1 sedang berevolusi menjadi jauh lebih kompetitif.

Ethereum Makin Ngebut, ENS Batalkan Rencana Layer-2 Namechain
Sumber: ENS

Efek Upgrade Fusaka yang “Gila”

Alasan utama pembatalan Namechain adalah biaya gas pendaftaran ENS di L1 yang sudah turun hingga 99%.

Roadmap yang Berubah Haluan

Dulu, pimpinan Ethereum selalu bilang: “Masa depan ada di L2”. Tapi sekarang, dengan L1 yang semakin kuat, ENS merasa lebih baik fokus pada ENSv2 di jaringan utama.

Abstraksi Rantai (Chain Abstraction)

Meskipun pendaftarannya di L1, pengguna tidak akan merasa ribet. ENSv2 akan mengabstraksi detail teknis transaksi lintas-chain, sehingga Anda bisa memiliki nama di L1 yang otomatis dikenali di berbagai L2 tanpa harus pusing pindah-pindah jaringan.

Keputusan ENS ini menunjukkan tren besar di tahun 2026: Konsolidasi kembali ke Keamanan L1.

  1. Aset Penting Tetap di L1: Jika Anda memiliki nama domain premium (.eth), menyimpannya di L1 kini lebih masuk akal karena biaya kelolanya sudah murah namun keamanannya tetap yang tertinggi (tanpa risiko bridge L2).
  2. Satu Nama untuk Semua: Dengan ENSv2, wallet Anda akan lebih mudah dikelola. Anda cukup punya satu identitas di L1 yang bisa “berbicara” ke seluruh ekosistem L2 secara otomatis.
  3. Waspada Update: Karena ENSv2 membawa arsitektur baru, pastikan Anda hanya mengikuti instruksi resmi dari situs ENS saat melakukan migrasi atau pembaruan nama di masa depan.

Baca Juga Bitcoin Kalah Telak? Emas Tambah Triliunan Dolar dalam 24 Jam

Exit mobile version