Waduh, ini situasi yang cukup panas di dunia prediction market. Intinya, Kalshi lagi “bersih-bersih” setelah ada kejadian besar terkait meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kenapa Kalshi Membatalkan Taruhan?
Tarek Mansour (Co-founder Kalshi) tegas bilang kalau platform mereka mengharamkan “Pasar Kematian” (Death Markets).
- Prinsipnya: Mereka nggak mau ada orang yang sengaja nyari untung dari kematian seseorang.
- Aturannya: Ternyata aturan ini sudah ada sejak lama, tapi baru benar-benar diuji saat berita kematian Khamenei muncul setelah serangan Israel dan AS.
Gimana Nasib Uang Pengguna?
Kalshi nggak cuma asal batalin, mereka bikin skema pengembalian dana biar tetap adil (meskipun tetap bikin sebagian user protes):
- Balikin Modal: Semua biaya transaksi (fee) di pasar tersebut bakal dikembalikan 100%.
- Pembayaran Proporsional: Pedagang yang sudah punya posisi sebelum kejadian meninggal bakal dibayar pakai harga perdagangan terakhir sebelum kematian dikonfirmasi.
- Kompensasi “FOMO”: Buat yang baru masuk/beli posisi setelah berita kematian (saat harga mungkin lagi aneh), Kalshi bakal ganti selisih harganya.
Baca Juga Token Safe IoTeX Diretas? Tim Ungkap Fakta Sebenarnya
Ada Pro dan Kontra?
Jelas ada! Meskipun Kalshi merasa mereka melakukan hal yang etis secara moral:
- Sisi Kalshi: Mereka merasa sudah transparan dan aturan ini sudah tertulis di kontrak pasar sejak awal.
- Sisi Pengguna: Banyak yang ngamuk (backlash) di media sosial. Mereka merasa Kalshi membatasi keuntungan yang harusnya mereka dapat dari analisis atau kecepatan mereka menangkap berita.
Sudut Pandang Menarik: Kejadian ini menunjukkan tantangan besar buat platform prediksi seperti Kalshi atau Polymarket—antara menjaga etika (biar nggak jadi tempat taruhan nyawa) vs kebebasan pasar (di mana semua informasi bisa diuangkan).
