Kalau kamu tahu Linux, itu adalah sistem operasi yang “bebas” dan bisa diotak-atik siapa saja (open-source). Nah, Vitalik merasa Ethereum punya semangat yang sama:
- Bebas & Terbuka: Sama seperti Linux yang punya banyak versi (distribusi) seperti Ubuntu atau Fedora, Ethereum punya banyak jaringan Layer-2 (L2) yang dibangun di atasnya sesuai kebutuhan penggunanya.
- Tanpa Bos Pusat: Vitalik ingin Ethereum jadi “rumah” buat siapa saja yang mau punya kontrol penuh atas uang, identitas, dan data mereka tanpa harus lewat bank atau perusahaan besar.
- Visi Besar: Tujuannya bukan cuma buat investasi, tapi jadi Sistem Operasi untuk Internet masa depan—tempat di mana semua orang di dunia bisa transaksi dan bikin kesepakatan secara global.
Ramai di Atas, Tapi “Sepi” di Bawah?
Saat ini sudah ada 127 jaringan Layer-2 yang numpang di Ethereum (seperti Arbitrum, Optimism, dll.). Tapi, perkembangan ini memicu perdebatan seru:
- Tim Kritik: Mereka merasa terlalu banyak L2 bikin Ethereum “pusat” (Layer-1) jadi kehilangan pemasukan. Apalagi setelah update besar bulan Maret 2024 lalu, biaya transaksi di L1 jadi turun drastis, yang artinya pendapatan jaringan juga berkurang.
- Tim Pendukung: Mereka bilang justru ini bagus! Dengan banyaknya L2, orang jadi punya banyak pilihan. Ethereum jadi punya banyak “jalan tol” yang cepat buat transaksi tanpa bikin macet jalan utamanya.

Tantangan Terbesar: “Pulau-Pulau” Likuiditas
Salah satu pendiri Polygon, Anurag Arjun, mengingatkan satu hal penting. Kalau terlalu banyak L2 tapi mereka nggak bisa saling komunikasi (nggak ada interoperabilitas), aset pengguna bakal terjebak di “pulau-pulau” kecil.
Ibarat kamu punya uang di e-wallet A, tapi nggak bisa dipakai belanja di toko yang cuma terima e-wallet B. Ribet, kan?
Baca Juga JPMorgan Bergerak Lagi, Canton Network Jadi Target Selanjutnya JPM Coin
Vitalik ingin Ethereum jadi fondasi yang kuat, stabil, dan bebas buat semua orang, persis seperti Linux yang sekarang dipakai di miliaran perangkat di dunia. Tantangan terbesarnya sekarang adalah bagaimana menyatukan ratusan “cabang” Ethereum ini biar pengguna nggak bingung dan transaksinya tetap lancar.









