Mengapa Ethereum Disebut Linux Blockchain oleh Vitalik Buterin?

Kalau kamu tahu Linux, itu adalah sistem operasi yang “bebas” dan bisa diotak-atik siapa saja (open-source). Nah, Vitalik merasa Ethereum punya semangat yang sama:

Ramai di Atas, Tapi “Sepi” di Bawah?

Saat ini sudah ada 127 jaringan Layer-2 yang numpang di Ethereum (seperti Arbitrum, Optimism, dll.). Tapi, perkembangan ini memicu perdebatan seru:

Mengapa Ethereum Disebut Linux Blockchain oleh Vitalik Buterin?
Sumber: Token Terminal

Tantangan Terbesar: “Pulau-Pulau” Likuiditas

Salah satu pendiri Polygon, Anurag Arjun, mengingatkan satu hal penting. Kalau terlalu banyak L2 tapi mereka nggak bisa saling komunikasi (nggak ada interoperabilitas), aset pengguna bakal terjebak di “pulau-pulau” kecil.

Ibarat kamu punya uang di e-wallet A, tapi nggak bisa dipakai belanja di toko yang cuma terima e-wallet B. Ribet, kan?

Baca Juga JPMorgan Bergerak Lagi, Canton Network Jadi Target Selanjutnya JPM Coin

Vitalik ingin Ethereum jadi fondasi yang kuat, stabil, dan bebas buat semua orang, persis seperti Linux yang sekarang dipakai di miliaran perangkat di dunia. Tantangan terbesarnya sekarang adalah bagaimana menyatukan ratusan “cabang” Ethereum ini biar pengguna nggak bingung dan transaksinya tetap lancar.

Exit mobile version