November Selalu Jadi Bulan Paling Cuan Untuk Bitcoin, Akankah Rally Besar Terulang Tahun Ini?

Bitcoin baru saja memasuki bulan November, yang secara historis dikenal sebagai periode paling menguntungkan bagi aset kripto ini. Sejak tahun 2013, rata-rata kenaikan harga Bitcoin di bulan November mencapai 42,51%. Jika pola ini terulang, harga Bitcoin berpotensi mencapai $160.000.

Meskipun data historis sangat menjanjikan, para ahli menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi global (makroekonomi) di luar analisis grafik semata.

November Selalu Jadi Bulan Paling Cuan Untuk Bitcoin, Akankah Rally Besar Terulang Tahun Ini?
Sumber: CoinGlass

Berikut adalah perkembangan terbaru dari tiga faktor utama yang sedang menjadi sorotan dan memengaruhi pasar Bitcoin pada awal November 2025:

Tiga Faktor Utama yang Memengaruhi Harga Bitcoin

1. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed)

Keputusan terbaru dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) menunjukkan sinyal positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin.

2. Kesenjangan Anggaran Pemerintah AS (Government Shutdown)

Isu penutupan pemerintahan (shutdown) AS menjadi hambatan signifikan yang dapat membatasi potensi kenaikan harga Bitcoin.

Sumber: TruthSocial

3. Negosiasi Dagang AS dan Tiongkok

Meredanya ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia ini menciptakan lingkungan market yang lebih stabil.

Baca Juga Yuga Labs Gandeng Amazon Gaming Luncurkan NFT “Boximus” Jelang Otherside Nexus

Kesimpulan

Bulan November menawarkan potensi historis kenaikan luar biasa bagi Bitcoin, didukung oleh kebijakan pelonggaran moneter dari The Fed dan meredanya perang dagang. Namun, potensi ini terancam oleh Kesenjangan Anggaran Pemerintah AS yang berkepanjangan.

Kunci utama bagi pergerakan harga Bitcoin yang signifikan di bulan ini adalah penyelesaian masalah Government Shutdown, yang akan membuka jalan bagi persetujuan ETF Kripto dan kerangka regulasi yang lebih jelas di market AS.

Exit mobile version