Serangan AS-Israel Picu Lonjakan 700% Penarikan Kripto di Iran, Dana Mengalir ke Luar Negeri

Kabar tentang situasi kripto di Iran belakangan ini memang cukup intens ya. Bayangkan saja, di tengah ketegangan geopolitik, aset digital benar-benar jadi “pelampung penyelamat” sekaligus indikator kepanikan warga di sana.

Eksodus Kripto: Menit-Menit yang Menegangkan

Begitu serangan udara terjadi di Teheran Sabtu lalu, para pengguna bursa Nobitex (bursa kripto terbesar di Iran) langsung bergerak cepat. Hanya dalam hitungan menit, jumlah penarikan aset melonjak drastis hingga 700%.

Serangan AS-Israel Picu Lonjakan 700% Penarikan Kripto di Iran, Dana Mengalir ke Luar Negeri
 Sumber: Elliptic

Internet “Mati”, Transaksi Terhenti

Menariknya, gelombang penarikan besar-besaran ini nggak bertahan lama. Kenapa? Bukan karena warga sudah tenang, tapi karena pemerintah Iran langsung menutup akses internet secara besar-besaran.

Baca Juga Bitwise: 10 Crypto Predictions for 2026

Mengapa Warga Iran Sangat Bergantung pada Kripto?

Bagi warga setempat, kripto bukan cuma buat investasi, tapi sudah jadi kebutuhan bertahan hidup. Kondisi ekonomi mereka memang sedang goyah:

  1. Bank Bangkrut: Ayandeh Bank baru saja kolaps pada Oktober lalu, bikin jutaan nasabah pusing. Delapan bank lainnya juga kabarnya sedang “di ujung tanduk”.
  2. Sanksi Internasional: Kripto jadi satu-satunya cara buat mindahin uang ke luar negeri tanpa harus lewat sistem perbankan resmi yang diawasi ketat.

Catatan Menarik: Nobitex itu “raksasa” di sana. Mereka memegang 87% volume transaksi kripto di Iran dengan lebih dari 11 juta pengguna. Tapi, mereka juga bukan tanpa celah; Juni lalu mereka sempat kena retas senilai US$81 juta.

Situasi ini menunjukkan kalau di masa krisis, kripto seringkali jadi pilihan utama saat kepercayaan terhadap bank mulai luntur.

Exit mobile version