Bayangkan, sekarang sudah ada 2,6 juta orang di AS yang gabung di gerakan Stand With Crypto. Mereka bukan cuma sekadar kumpul-kumpul, tapi punya misi besar: Memastikan pemerintah AS bikin aturan main yang jelas buat dunia kripto.
Berikut adalah poin-poin seru dari gerakan mereka:
Target Utama: Undang-Undang Kripto “Sakti”
Fokus mereka saat ini bukan cuma soal siapa yang menang pemilu, tapi memastikan RUU bernama RFIA (Responsible Financial Innovation Act) lolos.
- Kenapa penting? Kalau aturan ini sah, ini bakal jadi sejarah besar sejak Bitcoin lahir tahun 2009.
- Siapa yang atur? Rencananya, lembaga bernama CFTC bakal dikasih wewenang lebih buat mengawasi kripto, yang selama ini dianggap lebih “bersahabat” buat industri daripada lembaga lain.
“Pilih yang Pro-Kripto, atau Kamu Kalah!”
Menjelang pemilu paruh waktu (midterm) tahun 2026, komunitas ini memberikan peringatan keras ke para politisi:
- Anggota parlemen yang tidak mendukung aturan kripto yang jelas, kemungkinan besar tidak akan dipilih lagi oleh jutaan pendukung organisasi ini.
- Karena ada ratusan kursi di DPR dan Senat yang diperebutkan, suara pemilih kripto ini bisa jadi penentu siapa yang bakal menguasai parlemen AS nantinya.

Meski semangatnya lagi tinggi, jalannya tidak semulus itu. Ada beberapa hambatan:
- Lobi-lobi Kencang: Banyak kelompok industri kripto lain yang juga lagi rajin “ngopi bareng” anggota Kongres buat menjelaskan pentingnya teknologi blockchain.
- Ancaman Libur Paksa: Ada risiko government shutdown (kantor pemerintah tutup) akhir Januari nanti kalau anggaran tidak disetujui. Kalau ini terjadi, pembahasan aturan kripto bisa molor lagi, seperti kejadian tahun lalu yang bikin pemerintah tutup sampai 43 hari!
Baca Juga Diam-Diam, Polymarket Mulai Terapkan Biaya Transaksi di Market Kripto 15 Menit
Kesimpulannya
Tahun 2026 bakal jadi tahun penentuan: apakah kripto bakal punya aturan hukum yang jelas di AS, atau tetap berada di “wilayah abu-abu”. Yang pasti, para pemain kripto di sana sudah tidak mau lagi tinggal diam dan mulai menggunakan kekuatan suara mereka untuk menekan pemerintah.









