Sepertinya Vitalik Buterin lagi dalam misi besar buat “bersih-bersih” jejak digitalnya. Intinya, dia ingin kita semua punya kendali penuh atas data kita sendiri—alias Kedaulatan Digital. Bayangkan, tokoh sekelas pendiri Ethereum saja merasa perlu “pindah rumah” dari aplikasi populer ke aplikasi yang lebih aman.
Vitalik merasa sudah saatnya kita berhenti jadi “sapi perah” data buat perusahaan besar. Di tahun 2026 ini, dia resmi pamer daftar aplikasi baru yang dia pakai:
Dari “Terpusat” ke “Privasi Total”
- Ganti Google Docs → Fileverse: Biar bikin dokumen nggak dipantau, dia pakai platform open-source yang terdesentralisasi.
- Ganti Google Maps → Organic Maps: Navigasi jalan pakai data dari OpenStreetMap yang lebih anonim.
- Ganti Gmail → Proton Mail: Email yang terenkripsi ketat jadi pilihan utamanya.
- Ganti Media Sosial Arus Utama: Sekarang dia lebih fokus ke medsos yang sifatnya desentralisasi (nggak diatur satu perusahaan besar).
Kenapa Dia Pilih Signal, Bukan Telegram?
Ini poin menarik. Meskipun Telegram populer di dunia kripto, Vitalik lebih pilih Signal. Alasannya simpel:
- Signal: Semua chat (pribadi/grup) otomatis terkunci rapat (end-to-end encryption). Mereka cuma tahu kapan kamu bikin akun, sisanya mereka nggak mau tahu.
- Telegram: Chat biasa sebenarnya tersimpan di server mereka. Fitur rahasianya cuma opsional. Belakangan ini, Telegram juga makin sering ditekan pemerintah soal data pengguna.
AI Lokal: Biar Curhatanmu Nggak Bocor ke Server
Satu hal yang paling keren: Vitalik sekarang menjalankan AI (LLM) langsung di laptop/HP-nya sendiri.
Dia bilang, kalau perangkat kita sudah kuat, kenapa harus kirim semua pertanyaan dan dokumen kita ke server perusahaan AI? Dengan menjalankan AI secara lokal:
- Data kamu nggak pernah keluar dari perangkat.
- Nggak ada yang bisa “ngintip” apa yang kamu tanyakan ke AI.
- Memang tampilannya belum se-mulus ChatGPT, tapi kemajuannya sudah pesat banget!
Kenapa Ini Penting? (Bukan Cuma Buat Paranoid!)
Aktivis privasi seperti Naomi Brockwell setuju banget sama langkah ini. Privasi itu bukan karena kita punya rahasia jahat, tapi soal Otonomi.
Apalagi sekarang ada isu seperti EU Chat Control yang ingin memantau pesan sebelum dikirim. Kalau kita pakai aplikasi yang aman dan lokal, kita nggak perlu khawatir “diintip” oleh pihak mana pun, baik itu pemerintah maupun korporasi rakus data.
Baca Juga Siapa yang Mengendalikan Governance $WLFI? Proposal USD1 Lolos oleh Wallet Tertentu
Kesimpulannya: Vitalik ingin bilang kalau kedaulatan digital itu bukan mimpi, tapi pilihan. Kita bisa mulai pelan-pelan ganti aplikasi harian kita ke alternatif yang lebih menghargai privasi.
