Vitalik Buterin Bongkar Kelemahan DAO Saat Ini, Serukan Desain Baru untuk Sengketa On-Chain

Vitalik Buterin Bongkar Kelemahan DAO Saat Ini, Serukan Desain Baru untuk Sengketa On-Chain

Menurut Vitalik, sistem DAO saat ini punya satu penyakit kronis: “Siapa yang paling kaya, dia yang berkuasa.” Karena voting biasanya pakai token, orang yang punya modal besar (whale) bisa dengan mudah menyetir keputusan.

Bagi Vitalik, DAO yang ideal bukan cuma soal bagi-bagi duit, tapi soal menyelesaikan masalah nyata seperti:

Strategi “Concave vs Convex”

Vitalik pakai istilah matematika buat jelasin cara ambil keputusan yang pas:

Jenis MasalahCara Kerja (Filosofi)Contoh Keputusan
Concave (Cekung)Kompromi adalah kunci. Lebih baik ambil jalan tengah daripada ambil risiko ekstrem.Menentukan parameter keamanan atau anggaran rutin.
Convex (Cembung)Keputusan tegas. Pilih satu arah yang berani. Di sini, kepemimpinan kuat tetap butuh, tapi DAO bertugas mengawasi biar nggak korupsi.Menentukan arah visi produk atau pivot bisnis besar.

Senjata Rahasia: Privasi & AI

Ada dua hal yang bikin orang malas ikut DAO: takut dipantau orang (masalah privasi) dan capek milih terus (voter fatigue). Solusi dari Vitalik keren banget:

  1. Teknologi ZK-Proof & Enkripsi: Biar kita bisa voting tanpa perlu pamer identitas atau jumlah saldo ke semua orang. Rahasia terjamin!
  2. Bantuan AI: Daripada kita pusing baca ratusan proposal, kita bisa pakai AI pribadi untuk bantu analisis atau bahkan mewakili suara kita sesuai dengan prinsip yang kita pegang.

Pesan paling kuat dari Vitalik adalah: Membangun tata kelola (DAO) itu sama pentingnya dengan membangun teknologinya. Kalau kamu mau bikin proyek di ekosistem Ethereum, jangan cuma fokus ke kode atau coding-nya saja. Memikirkan bagaimana komunitas bakal berkomunikasi dan ambil keputusan adalah setengah dari total pekerjaan.

Baca Juga Bukan Bitcoin! Monero Justru Cetak ATH US$687 di Tengah Regulasi Ketat

Exit mobile version