Binance: Full-Year 2025 & Themes for 2026

Binance: Full-Year 2025 & Themes for 2026

Artikel ini merupakan ulasan atas laporan riset Full-Year 2025 & Themes for 2026 yang diterbitkan oleh Binance Research. Seluruh data dan analisis bersumber dari tim riset Binance. Kredit penuh diberikan kepada Binance Research.

Tim riset Binance baru saja merilis salah satu laporan paling komprehensif tentang kondisi industri kripto di 2025 sekaligus membedah tema-tema besar yang akan membentuk pasar di 2026. Laporan ini disusun oleh Moulik Nagesh, Joshua Wong, Michael JJ, dan Asher Lin Jiayong — dan hasilnya penuh dengan data penting yang wajib kamu ketahui.

Berikut rangkuman poin-poin utamanya.


📊 Gambaran Umum Pasar: Pencapaian Bersejarah di Tengah Volatilitas Tinggi

Tahun 2025 adalah tahun penuh kontradiksi. Di satu sisi, total kapitalisasi pasar kripto untuk pertama kalinya menembus angka US$4 triliun dan Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH). Di sisi lain, ketidakpastian makroekonomi — dari kebijakan moneter, ketegangan perdagangan, hingga risiko geopolitik — mendominasi perilaku pasar dan memicu volatilitas tajam. Hasilnya, pasar kripto mengakhiri tahun dengan penurunan sekitar -7,9%, dengan kisaran perdagangan intra-tahun mencapai sekitar 76%, antara ~US$2,4T hingga ~US$4,2T.

🌐 Kondisi Makro: Dari “Data Fog” ke “Risk Reboot” di 2026

Dari sisi makro, 2025 diwarnai oleh apa yang disebut Binance Research sebagai “data fog” — kabut informasi yang membuat pasar sulit membaca sinyal ekonomi secara jernih. Ini dipicu oleh pergantian administrasi AS, guncangan tarif “Liberation Day”, dan shutdown pemerintah. Namun, memasuki 2026, Binance Research memproyeksikan terjadinya “risk reboot” yang didorong oleh tiga faktor kebijakan sekaligus: pelonggaran moneter global yang tersinkronisasi, stimulus fiskal besar, dan gelombang deregulasi. Lingkungan ini berpotensi mengalihkan pasar dari spekulasi ritel menuju arus modal institusional yang lebih dalam.

₿ Bitcoin: Kuat di Level Makro, Lebih Lesu di Jaringan Dasar

Bitcoin menunjukkan divergensi yang menarik: kuat secara struktural di level pasar, namun lebih lesu di jaringan dasarnya. BTC mempertahankan dominasi pasar sekitar 58–60% dan kapitalisasi pasar mendekati US$1,8 triliun. ETF spot AS mengumpulkan lebih dari US$21 miliar dalam arus masuk bersih, sementara kepemilikan korporat melampaui 1,1 juta BTC atau setara ~5,5% dari total pasokan. Hash rate melampaui 1 ZH/s dan tingkat kesulitan mining naik ~36% secara tahunan. Namun, alamat aktif turun ~16% YoY dan jumlah transaksi tetap di bawah puncak siklus sebelumnya — memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset makro-finansial, bukan jaringan berbasis transaksi.

⛓️ Layer 1: Konsolidasi di Sekitar Jaringan Terdepan

Lanskap Layer 1 semakin terkonsolidasi. Ethereum tetap dominan dari sisi aktivitas developer dan likuiditas DeFi, namun tekanan kompresi biaya dari rollup membuat kinerja ETH tertinggal dibandingkan BTC. Solana mempertahankan volume transaksi tinggi, memperluas pasokan stablecoin secara signifikan, dan berhasil meraih persetujuan ETF spot di AS. BNB Chain memanfaatkan narasi pasar dan basis ritel yang kuat untuk mendorong aktivitas on-chain yang tinggi, menjadikan BNB sebagai aset kripto besar dengan kinerja terbaik di 2025. Pelajaran utama dari 2025: diferensiasi L1 semakin bergantung pada kemampuan memonetisasi arus transaksi berulang, bukan sekadar memaksimalkan jumlah transaksi mentah.

🔄 Layer 2 Ethereum: Dominasi Eksekusi, Tantangan Fragmentasi

Ekosistem Layer 2 Ethereum menyumbang lebih dari 90% dari seluruh eksekusi transaksi terkait Ethereum di 2025. Aktivitas, likuiditas, dan pendapatan biaya terkonsentrasi di sejumlah rollup optimistik terkemuka, terutama Base dan Arbitrum. Sementara itu, rollup ZK terus membuat kemajuan namun masih jauh tertinggal dalam hal TVL dan pendapatan biaya. Fragmentasi di lebih dari 100 rollup, efektivitas insentif yang memudar, dan desentralisasi sequencer yang tidak merata tetap menjadi tantangan utama.

🏦 DeFi: Menuju Institusionalisasi Struktural

DeFi mengambil satu langkah lagi menuju “institusionalisasi struktural” di 2025. TVL stabil di US$124,4 miliar, dengan komposisi modal yang bergeser signifikan ke arah stablecoin dan aset berbasis yield. Tonggak bersejarah tercapai saat TVL Real World Assets (RWA) senilai US$17 miliar melampaui DEX untuk pertama kalinya, didorong oleh adopsi obligasi dan ekuitas yang ditokenisasi. Pendapatan protokol DeFi melonjak ke US$16,2 miliar, setara dengan lembaga keuangan tradisional besar. Rasio perdagangan spot DEX terhadap CEX bahkan sempat mencapai puncak hampir 20%.

💵 Stablecoin: Mainstream dan Melampaui Visa

Tahun 2025 adalah tahun terobosan bagi stablecoin. Total kapitalisasi pasar melonjak hampir 50% menjadi lebih dari US$305 miliar, didorong oleh kejelasan regulasi dari GENIUS Act dan masuknya institusi besar. Volume transaksi harian melonjak 26% menjadi rata-rata US$3,54 triliun — jauh melampaui Visa yang hanya US$1,34 triliun — membuktikan keunggulan stablecoin untuk pembayaran cepat lintas batas. Enam stablecoin baru (BUIDL, PYUSD, RLUSD, USD1, USDf, dan USDtB) masing-masing melampaui ambang kapitalisasi pasar US$1 miliar.

🤖 Teknologi Frontier: Agen AI dan Pembayaran On-Chain

Di lini teknologi frontier, 2025 menyaksikan konvergensi agen AI, pembayaran on-chain, dan koordinasi infrastruktur dunia nyata yang terdesentralisasi. Pembayaran berbasis agen (agentic payments) menjadi dapat digunakan pada skala internet melalui standar penyelesaian berbasis HTTP, memungkinkan monetisasi pay-per-call untuk API dan alur kerja otomatis. Pada akhir tahun, rel ini telah memproses lebih dari 100 juta pembayaran dengan volume kumulatif melampaui US$30 juta dan lebih dari 1 juta transaksi harian.

🏛️ Adopsi Institusional: Kripto Masuk ke Infrastruktur Keuangan Inti

Adopsi institusional di 2025 ditandai oleh kripto yang tertanam ke dalam alur kerja keuangan inti, bukan sekadar diakses melalui eksposur harga. Bank-bank mulai bergerak lebih dekat ke peminjaman berbasis kripto, ETF kripto terregulasi terus berkembang dalam cakupan dan strukturnya, dan dana pasar uang yang ditokenisasi muncul sebagai kasus penggunaan RWA yang kredibel. Di sisi lain, treasury aset digital korporat berkembang pesat, namun 2025 juga mengungkap tekanan keberlanjutan pada kendaraan treasury berleverage yang kinerjanya tertinggal dibandingkan alternatif ETF berbasis yield yang lebih sederhana.

⚖️ Regulasi Global: Divergen namun Saling Melengkapi

Regulasi kripto global matang melalui jalur yang beragam namun saling melengkapi. AS mengesahkan GENIUS Act, menetapkan kerangka federal stablecoin pertama. Eropa mengimplementasikan MiCA dengan lisensi ketat. Hong Kong mengukuhkan statusnya sebagai hub kripto melalui Stablecoin Ordinance dan insentif pajak. Singapura memperkuat standar tinggi dengan aturan kepatuhan dan lisensi yang lebih ketat. Secara internasional, komitmen terhadap Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) OECD semakin dipercepat, membuka jalan bagi transparansi pajak dan pertukaran informasi lintas batas yang terstandarisasi.

🔭 Tema-Tema Kunci untuk 2026

Memasuki 2026, Binance Research menyoroti sejumlah tema yang diperkirakan akan menggerakkan pasar, mencakup: lingkungan makro dan Bitcoin, adopsi institusional yang semakin dalam, perkembangan kebijakan dan regulasi, ekspansi stablecoin, tokenisasi aset, perdagangan terdesentralisasi, pasar prediksi, dan masih banyak lagi. Baca laporan penuhnya untuk analisis mendalam di setiap tema tersebut.


📥 Unduh Laporan Lengkapnya

Laporan Binance Research ini tersedia untuk diunduh secara gratis dalam format PDF. Analisisnya sangat mendalam dan sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang ingin memahami arah pasar kripto di 2026.

Exit mobile version