Artikel ini merupakan ulasan atas laporan Stablecoin 2030 yang diterbitkan oleh Citi Institute — Global Perspectives & Solutions (GPS), divisi riset masa depan keuangan dari Citigroup, salah satu bank terbesar dunia. Laporan ini ditulis oleh Ronit Ghose (Global Head, Future of Finance) dan Ryan Rugg (Global Head of Digital Assets, Citi Services). Kredit penuh diberikan kepada Citi Institute.
Di awal 2025, Citi Institute menyebut stablecoin sebagai “ChatGPT moment untuk blockchain” — sebuah katalis yang mengubah adopsi institusional dari diskusi menjadi kenyataan. Delapan bulan kemudian, laporan Stablecoin 2030 hadir sebagai revisi ambisius: proyeksi sebelumnya sudah tidak cukup besar untuk menangkap realitas yang sedang berlangsung. Laporan ini menjadi referensi paling komprehensif dari institusi keuangan global tentang ke mana stablecoin akan menuju pada akhir dekade ini.
📈 Proyeksi Direvisi Naik: $1,9 Triliun Skenario Dasar, $4 Triliun Skenario Optimis
Citi merevisi proyeksi 2030 secara signifikan. Skenario dasar kini diproyeksikan mencapai $1,9 triliun (naik dari $1,6 triliun sebelumnya), sementara skenario optimis melonjak ke $4 triliun (naik dari $3,7 triliun). Revisi ini mencerminkan pertumbuhan pasar yang kuat di 2025 — kapitalisasi stablecoin tumbuh dari sekitar $200 miliar di awal tahun ke $280 miliar, serta banjirnya pengumuman proyek dari perusahaan kripto-native hingga pemain keuangan tradisional sepanjang musim panas 2025.
💵 Pertumbuhan 10x dalam Lima Tahun: Dari $28 Miliar ke $282 Miliar
Perjalanan stablecoin dalam lima tahun terakhir adalah salah satu kisah pertumbuhan paling dramatis di keuangan modern. Pasar tumbuh dari hanya $28 miliar pada 2020 menjadi $282 miliar pada 2025 — kenaikan sepuluh kali lipat. Komposisi pertumbuhan $1,9 triliun pada 2030 (skenario dasar) berasal dari tiga pilar: $648 miliar dari realokasi uang kertas dan deposito domestik, $518 miliar dari substitusi instrumen likuiditas jangka pendek internasional, dan $702 miliar dari pertumbuhan adopsi kripto.
💳 Transaksi Stablecoin: Mendekati Skala Visa dan PayPal
Di skala $1,9 triliun, stablecoin dapat mendukung hampir $100 triliun dalam transaksi tahunan. Sebagai perbandingan, bank-bank terkemuka saat ini memproses $5–10 triliun setiap hari — stablecoin masih kecil, namun lintasannya jelas. Volume transaksi harian stablecoin yang saat ini mencapai rata-rata $3,54 triliun (lebih dari dua kali lipat volume Visa) mengkonfirmasi bahwa ini bukan sekadar spekulasi.
🏦 Bank Token Bisa Melampaui Stablecoin pada 2030
Salah satu prediksi paling mengejutkan dari laporan Citi: bank token — deposit token, tokenized deposits, dan sejenisnya — berpotensi melampaui stablecoin dalam hal volume transaksi pada 2030. Hanya dengan pergeseran kecil dari rel perbankan tradisional ke on-chain, volume bank token bisa melampaui $100 triliun pada akhir dekade. Ini bukan “perang format digital” yang Citi bayangkan, melainkan evolusi paralel: stablecoin menembus segmen baru sementara bank token memodernisasi infrastruktur yang sudah ada.
🌍 Dollar AS Tetap Dominan, Tapi Multipolaritas Berkembang
Stablecoin di 2025 masih sangat terdominasi oleh dolar AS — memperkuat peran greenback di era digital. Namun Citi mencatat munculnya hub-hub eksperimentasi baru: Hong Kong dan Uni Emirat Arab membangun infrastruktur untuk yuan dan euro stablecoin. Pasca pengesahan GENIUS Act di AS, beberapa negara mulai mengeksplorasi stablecoin berbasis mata uang lokal mereka sendiri untuk memperluas jangkauan dalam perdagangan internasional.
🏭 Dari Trading Kripto ke Ekonomi Arus Utama
Transformasi paling mendasar yang diidentifikasi Citi: stablecoin sedang bermigrasi dari peran dominannya sebagai alat trading kripto dan DeFi (90-95% dari aktivitas saat ini) menuju use case ekonomi riil — pembayaran B2B lintas batas, manajemen treasury korporat, penyelesaian sekuritas institusional, dan manajemen likuiditas antarbank. Perusahaan seperti PayPal, Walmart, Amazon, dan Amazon sedang mengeksplorasi stablecoin proprietary mereka.
⚠️ Stablecoin Bukan Solusi untuk Segalanya
Dengan gaya yang mencerminkan integritas riset tradisional, Citi tidak luput mengingatkan: stablecoin bukan jawaban untuk semua masalah pembayaran. Banyak negara sudah memiliki sistem pembayaran domestik real-time yang efisien dan murah. Tantangan utama tetap ada: kekhawatiran tentang cadangan dan konvertibilitas, potensi “bank run” pada stablecoin besar, dan kompleksitas regulasi yang berbeda-beda di setiap yurisdiksi.
📥 Unduh Laporan Lengkapnya
Laporan Stablecoin 2030 dari Citi Institute tersedia gratis di website Citi Global Perspectives & Solutions — panduan komprehensif bagi CFO, bankir, regulator, dan siapapun yang ingin memahami masa depan uang digital.
