Wah, ini adalah perubahan strategi yang sangat berani dari Binance! Memindahkan dana darurat sebesar US$1 miliar dari stablecoin (yang harganya stabil dipatok dolar) ke Bitcoin menunjukkan betapa besarnya kepercayaan mereka terhadap masa depan BTC sebagai aset inti.
SAFU: Dari Stablecoin ke Bitcoin
Dana Secure Asset Fund for Users (SAFU) adalah “asuransi” darurat Binance yang dibuat sejak 2018 untuk melindungi pengguna jika terjadi kejadian ekstrem (seperti peretasan).
Kenapa Pindah ke Bitcoin?
- Aset Inti: Binance percaya bahwa Bitcoin adalah penyimpan nilai (store of value) jangka panjang terbaik di ekosistem kripto, bukan cuma sekadar barang dagangan.
- Konversi Total: Dalam 30 hari ke depan, seluruh isi SAFU yang sebelumnya berbentuk stablecoin (USDC) akan diubah menjadi BTC (diperkirakan sekitar 12.000 BTC).

Bagaimana Kalau Harga Bitcoin Turun?
Ini adalah tantangan terbesarnya. Jika harga BTC anjlok, nilai dana perlindungan ini juga ikut turun. Untuk mengatasinya:
- Batas US$800 Juta: Jika nilai SAFU turun di bawah angka ini karena volatilitas pasar, Binance berkomitmen untuk menambah dana tersebut menggunakan cadangan kas perusahaan hingga kembali ke US$1 miliar.
- Kustodian Resmi: Bitcoin tersebut akan disimpan secara aman di entitas clearing house berlisensi milik Binance di Abu Dhabi.
Jejak Perjalanan SAFU
- 2018: Diluncurkan menggunakan sebagian dari biaya transaksi perdagangan.
- 2019: Terbukti ampuh mengganti rugi pengguna saat terjadi peretasan 7.000 BTC tanpa mengurangi saldo pengguna sepeser pun.
- 2024: Sempat pindah dari BUSD ke USDC demi likuiditas.
- 2026: Memutuskan keluar dari stablecoin dan sepenuhnya memegang Bitcoin.
Baca Juga Vitalik Buterin: 2026 adalah Saat Kita Berhenti Menyerahkan Data ke Big Tech
Binance Sebagai Raksasa Bitcoin
Dengan langkah ini, posisi Binance sebagai salah satu pemegang BTC terbesar di dunia semakin kuat. Saat ini mereka mengelola lebih dari 648.000 BTC (untuk likuiditas dan saldo pengguna). Tambahan US$1 miliar di SAFU akan menjadikannya salah satu dana cadangan berbasis Bitcoin terbesar di industri.
Kesimpulannya: Binance ingin menyelaraskan dana perlindungannya dengan “jantung” dari industri kripto itu sendiri, yaitu Bitcoin. Meskipun lebih berisiko karena fluktuasi harga, Binance menjamin keamanan pengguna dengan janji top-up dana jika nilainya merosot.