Berita mengenai ambruknya sektor NFT ini seolah menjadi “paku terakhir” bagi euforia aset digital era 2021. Data yang kamu berikan menunjukkan bahwa NFT sedang mengalami fase reset total, di mana nilai spekulasi akhirnya kalah telak oleh hukum permintaan dan penawaran.
NFT “Reset” ke Era 2021: Saat Supply Melimpah tapi Sepi Pembeli
Dunia NFT sedang mengalami kontraksi hebat. Angka kapitalisasi market yang jatuh di bawah US$1,5 Miliar menandakan bahwa nilai “gambar digital” ini sudah kembali ke titik awal sebelum kegilaan tiga tahun lalu.
Masalah Utama: “Tsunami” Supply
Terjadi ketidakseimbangan yang mengerikan antara jumlah barang dan orang yang mau beli:
- Supply Meledak: Ada sekitar 1,3 Miliar unit NFT yang beredar (naik 25%).
- Harga Hancur: Karena minting (pembuatan) NFT sekarang sangat murah dan mudah, market kebanjiran aset. Akibatnya, harga rata-rata jual kini tersungkur di bawah US$100.
- Kesimpulan: NFT sekarang masuk ke era “Volume Tinggi, Harga Murah”. Barang banyak, tapi nggak ada nilainya.

Eksodus Raksasa & Tutupnya Marketplace
NFT bukan lagi “anak emas” perusahaan besar. Fenomena exit masal mulai terjadi:
- Nike & RTFKT: Nike resmi melepas RTFKT (studio NFT ternama) setelah sempat berjaya di masa lalu. Ini sinyal kuat kalau korporasi mulai merasa NFT tidak lagi menguntungkan.
- Nifty Gateway: Platform milik Gemini ini resmi masuk mode withdrawal-only (hanya tarik dana) dan akan tutup total pada 23 Februari.
- Rodeo: Platform NFT sosial ini juga menyerah karena gagal mendapatkan pengguna yang berkelanjutan.
Hancurnya NFT tidak lepas dari jatuhnya aset utama. Ketika Bitcoin turun ke $65.000 dan Ether (ETH) ke $1.800, likuiditas di market NFT ikut kering kerontang. Orang lebih memilih menyelamatkan uang mereka di wallet dalam bentuk stablecoin atau BTC daripada mengoleksi aset digital yang harganya terus turun.
Jika kamu masih menyimpan koleksi NFT di wallet, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Likuiditas Sangat Rendah: Sekarang sangat sulit menjual NFT di harga yang kamu inginkan. Banyak yang terjebak dengan “aset nyangkut”.
- Marketplace yang Tutup: Segera cek NFT kamu yang ada di platform seperti Nifty Gateway. Pastikan kamu sudah menariknya ke self-custody wallet pribadi sebelum platform tersebut tutup permanen pada akhir Februari.
- Utilitas vs Spekulasi: Era beli NFT “asal lucu” dengan harapan naik harga sudah selesai. Ke depannya, NFT mungkin hanya akan bertahan jika punya kegunaan nyata (seperti tiket konser, akses khusus, atau royalti musik).
Baca Juga Vitalik Buterin Taruh US$45 Juta ETH demi Privasi dan Open Hardware