Wah, kabar soal NFT Paris ini memang jadi bukti nyata kalau market aset digital lagi mengalami pergeseran besar-besaran. Sedih memang melihat event ikonik harus tutup buku, tapi kalau melihat data yang kamu sebutkan tadi, sepertinya ini memang fase “cuci gudang” buat industri Web3.
Berikut adalah rangkuman kondisinya dengan gaya yang lebih santai:
NFT Paris Akhirnya “Pamit”
Penyelenggara akhirnya menyerah setelah berbulan-bulan mencoba bertahan. Lewat akun X resminya, mereka bilang kalau kondisi market yang lagi lesu berdampak sangat besar ke operasional mereka.
- Tiket di-Refund: Kabar baik buat yang sudah beli tiket, uangnya dijanjikan balik dalam maksimal 15 hari.
- Sponsor “Gigit Jari”: Sayangnya, kabarnya para sponsor acara nggak bakal dapet pengembalian dana (refund).
- Sinyal Perpisahan: Pernyataan mereka yang menyebut sedang “menutup satu bab” bikin banyak orang spekulasi kalau acara ini mungkin nggak bakal balik lagi di masa depan.
Baca Juga Pyth Network Umumkan Strategi “Buyback” Ganas! Sepertiga Pendapatan Bakal Dipakai Beli Token $PYTH
Market NFT 2025: Tahun yang Sangat Berat
Pembatalan ini sebenarnya nggak terlalu mengejutkan kalau kita lihat data. Sepanjang tahun 2025 kemarin, tren NFT memang terjun bebas:
- Penjualan Anjlok: Di akhir 2025, volume penjualan cuma di kisaran 320 juta dolar AS.
- Kapitalisasi Market Amblas: Nilai market NFT turun drastis sekitar 68% dibanding tahun sebelumnya, sekarang tinggal sekitar 2,7 miliar dolar AS.
Marketplace NFT Mulai “Putar Haluan”
Nggak cuma acara konferensi, platform besar yang selama ini jadi tempat jual-beli NFT juga mulai ganti strategi biar nggak bangkrut:
- OpenSea: Sekarang nggak mau disebut cuma “Marketplace NFT”. Mereka lagi bertransformasi jadi platform “perdagangan segalanya”—termasuk aset fisik dan token budaya.
- X2Y2: Malah sudah angkat tangan dari dunia NFT dan pilih pindah haluan fokus ke pengembangan AI (Kecerdasan Buatan).
- Rarible: Mengakui kalau model bisnis yang lama sudah nggak berkelanjutan, jadi mereka lagi coba model baru buat bagi-bagi token ke trader yang masih aktif.
Menurutku, NFT nggak akan benar-benar “mati” sampai nol, tapi masa-masa jualan gambar Jpeg dengan harga selangit cuma modal hype sudah resmi berakhir. Saat ini mereka lagi di fase “rebranding” paksa. Ke depannya, istilah “NFT” mungkin bakal hilang dan diganti dengan istilah yang lebih fungsional, seperti:
- Digital Collectibles: Fokus ke koleksi hobi (seperti kartu basket atau skin game).
- RWA (Real World Assets): NFT yang jadi bukti kepemilikan properti atau barang fisik asli.
- Loyalty Program: Pengganti kartu member fisik yang lebih canggih.
Kesimpulannya: Dunia NFT lagi ada di fase “seleksi alam”. Proyek yang cuma modal janji manis bakal berguguran, sementara yang bertahan adalah yang punya kegunaan nyata di dunia asli.
