Ingat saat semua orang heboh beli sepatu virtual seharga ribuan dolar? Nah, Nike baru saja diam-diam melepas RTFKT, studio pembuat koleksi digital yang mereka beli saat tren NFT lagi tinggi-tingginya. Kabar ini pertama kali muncul dari media The Oregonian.
Apa yang Terjadi?
Sebenarnya, transaksi penjualannya sudah terjadi sejak Desember lalu. Tapi, sampai sekarang Nike masih tutup mulut soal siapa pembelinya dan berapa harganya.
Pihak Nike hanya bilang kalau ini adalah “babak baru” buat komunitas RTFKT. Intinya, Nike ingin pelan-pelan pindah haluan ke arah gim (gaming) daripada fokus di aset kripto/NFT murni.
Baca Juga Boom! Coinbase Bikin Semua Token Solana Bisa Diperdagangkan Tanpa Listing
Dari “Hype” Jadi Gugatan Hukum
Dulu, visi Nike keren banget: pengen gabungin olahraga, kultur streetwear, dan teknologi blockchain. Sayangnya, perjalanan ini nggak mulus:
- Dulu: NFT RTFKT laku keras sampai ribuan dolar. Pemegang aset dijanjikan bakal dapat akses eksklusif dan pengalaman seru di masa depan.
- Sekarang: Karena operasionalnya dihentikan, para investor merasa kena “rug pull” (istilah keren buat proyek yang ditinggalkan pengembangnya begitu saja).
- Gugatan: Nike dituntut ganti rugi sebesar 5 juta dolar AS oleh para pemegang NFT yang merasa nilai aset mereka jadi nol gara-gara Nike angkat kaki.
Realita Market NFT yang Sedang “Dingin”
Langkah Nike ini sebenarnya masuk akal kalau kita lihat kondisi market NFT secara global di tahun 2025 ini:
- Nilai Anjlok: Nilai market NFT terjun bebas dari 17 miliar dolar AS (tahun 2022) jadi cuma 2,4 miliar dolar AS.
- Minat Berubah: Orang-orang nggak lagi tertarik cuma buat koleksi gambar mahal; sekarang mereka lebih cari fungsi nyata.
- Banyak Acara Batal: Bahkan acara gede kayak NFT Paris pun terpaksa dibatalkan karena peminatnya sudah sepi banget.
Kesimpulannya: Nike mencoba realistis. Mereka tetap mau masuk ke dunia digital, tapi mungkin lewat cara yang lebih “membumi” seperti kemitraan platform gim, bukan lagi jualan sepatu virtual yang harganya selangit.
