Lagi ada drama besar nih di dunia DEX (Decentralized Exchange). Trove Markets kena kritik habis-habisan setelah memutuskan untuk menahan dana sekitar US$9,4 juta (sekitar Rp145 miliar) milik investor.
Plot Twist di Detik Terakhir
Awalnya, Trove menggalang dana sekitar US$11,5 juta untuk membangun bursa di jaringan Hyperliquid. Tapi, hanya beberapa hari sebelum peluncuran tokennya, mereka tiba-tiba pindah haluan ke jaringan Solana.
Kenapa pindah?
Katanya sih, ada mitra likuiditas yang narik koin mereka, jadi rencana awal mereka di Hyperliquid berantakan.
Dana Ditahan Buat “Bertahan Hidup”
Alih-alih mengembalikan uang ke investor yang merasa “terjebak”, Trove malah bilang:
- Dana US$9,4 juta tetap ditahan untuk lanjutin proyek di Solana.
- Alasannya: Ini satu-satunya cara supaya Trove tetep “hidup” dan jadi produk nyata.
- Uangnya dipakai buat apa? Buat gaji tim, rekrut bos teknologi (CTO), bayar penasihat, sampai biaya marketing.
- Yang dikembalikan: Cuma sekitar US$2,44 juta plus tambahan kecil lainnya.
Token TROVE Langsung “Terjun Bebas”
Efek dari drama ini langsung terasa pas tokennya rilis:
- Dalam cuma 10 menit, harga token TROVE anjlok 95%!
- Nilai pasarnya merosot dari US$20 juta jadi di bawah US$1 juta. Sadis banget!
Platform Bubblemaps juga nemuin hal mencurigakan: ada satu entitas misterius yang pegang 12% pasokan token lewat 80 wallet baru. Belum terbukti sih kalau itu punya tim dalam, tapi ini bikin investor makin skeptis dan bahkan ada yang nyebut ini salah satu skandal terbesar saat ini.
Baca Juga Waspada! Impersonation Scam Kripto Meroket 1.400% dalam Setahun
Singkatnya, investor merasa kena PHP karena setor uang buat bangun di Hyperliquid, tapi malah dipaksa pindah ke Solana dengan nilai aset yang sudah hancur lebur.
