Sky Habiskan Rp1,2 Triliun untuk Buyback Token, Harga Naik 8%

Protokol kripto Sky, yang dulu dikenal sebagai Maker, telah menghabiskan sekitar $75 juta (sekitar Rp1,2 triliun) selama enam bulan terakhir untuk membeli kembali token mereka. Strategi ini tampaknya berhasil, karena harga token SKY telah naik sekitar 8% sejak program dimulai pada Februari.

Dalam pengumuman Senin lalu, Sky menyebutkan bahwa di bulan Agustus saja, mereka menggunakan 5,5 juta stablecoin USDS untuk membeli kembali 73 juta token SKY. Total pembelian sejak Februari lalu kini mencapai $75 juta.

Program buyback ini adalah strategi umum di dunia kripto. Tujuannya adalah mengurangi jumlah token yang beredar, sehingga pasokan berkurang dan nilainya bisa naik.

Baca Juga Transaksi Avalanche Melonjak 66%, Jadi Pemimpin Pertumbuhan Blockchain Global

Harga SKY Menguat, Meski Sempat Turun

Program buyback Sky dimulai pada 24 Februari dengan pengeluaran awal $4,28 juta. Saat itu, harga SKY berada di kisaran $0,063. Kini, harganya naik menjadi $0,0685.

Sky Habiskan Rp1,2 Triliun untuk Buyback Token, Harga Naik 8%
Aktivitas pembelian kembali token Sky per bulan dalam dolar AS menunjukkan bahwa bulan dengan jumlah pembelian kembali terbesar adalah Maret, dengan pengeluaran sebesar $18,31 juta. Sumber: Sky

Meski begitu, perjalanan harga SKY tidak mulus. Sempat menyentuh harga tertinggi $0,096 pada akhir Juli, harganya kemudian turun mengikuti tren pasar kripto secara umum.

Sebagai perbandingan, token dari protokol serupa seperti Uniswap (UNI) naik 6%, dan Aave (AAVE) melonjak hingga 25,8% sejak Sky memulai program ini. Ini menunjukkan bahwa program buyback Sky memang berdampak, namun tidak sekuat proyek lainnya.

Tren Buyback di Dunia Kripto

Strategi buyback ternyata juga dipakai oleh proyek lain.

Semakin banyak proyek kripto yang mengadopsi skema buyback dan burn. Tren ini dilihat sebagai cara penting untuk menjaga nilai token dan menarik investor, terutama di tengah pasar yang sangat fluktuatif.

Exit mobile version