Wemade Resmi Pilih Chainlink untuk Infrastruktur Stablecoin Won Korea

Wemade Resmi Pilih Chainlink untuk Infrastruktur Stablecoin Won Korea

Wah, ini pergerakan strategis yang sangat menarik di market Asia Timur! Wemade sepertinya sedang main aman namun cerdas. Alih-alih nekat menerbitkan koin sendiri yang bisa kena “semprit” regulator Korea Selatan, mereka justru membangun fondasinya dulu lewat aliansi GAKS ini.

GAKS: Bangun “Jalan Raya”, Bukan “Mobilnya”

Wemade sadar kalau aturan main stablecoin di Korea Selatan masih abu-abu. Makanya, mereka bikin aliansi yang fokus ke infrastruktur dan kepatuhan (compliance):

Kenapa Harus Won (KRW)?

Korea Selatan adalah salah satu market kripto terbesar di dunia. Tapi, Gubernur Bank of Korea (Lee Chang-yong) masih khawatir kalau stablecoin Won malah bikin nilai tukar mata uang mereka jadi berantakan. Dengan menggandeng nama-nama besar seperti Chainlink dan CertiK, Wemade ingin membuktikan ke pemerintah kalau sistem mereka itu:

  1. Transparan: Bisa diaudit kapan saja.
  2. Aman: Nggak gampang kena hack.
  3. Patuh Aturan: Bisa melacak kalau ada pencucian uang.

Baca Juga Mengapa Adopsi Kripto Melesat di Satu Wilayah tapi Tertinggal di Lainnya?

Apa Dampaknya Buat Kita?

Bagi pengguna atau pengamat seperti kamu, langkah ini menunjukkan kalau institusi lebih memilih ekosistem yang punya standar keamanan tinggi. Chainlink bukan cuma soal harga koin, tapi soal standar infrastruktur global.

Insight: Strategi “Infrastructure-first” ini sangat mirip dengan cara kerja perusahaan IT besar saat membangun sistem perbankan. Mereka nggak jualan produk ke retail dulu, tapi memastikan “pipa-pipa” datanya kuat dan legal.

Exit mobile version